Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Raih BRIN Sarwono Award 2022, Pakar Pangan IPB Profesor Hanny Wijaya Sudah Hasilkan 15 Paten

Lukman Hakim , Jurnalis-Selasa, 23 Agustus 2022 |14:42 WIB
Raih BRIN Sarwono Award 2022, Pakar Pangan IPB Profesor Hanny Wijaya Sudah Hasilkan 15 Paten
Pakar pangan IPB Profesor Hanny Wijaya raih BRIN Sarwono Award 2022/Lukman Hakim
A
A
A

SURABAYA - Profesor Dr. Ir. C. Hanny Wijaya menerima penghargaan BRIN Sarwono Award 2022 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa (23/8/2022).

Penghargaan ini diberikan kepada individu yang telah menunjukkan prestasi luar biasa dalam ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan, dan kemanusiaan serta ikut memacu semua pihak untuk berprestasi di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan, dan kemanusiaan.

Hanny merupakan sosok ilmuwan Indonesia yang berfokus pada bidang pangan, khususnya pangan fungsional.

Peraih gelar doktor dari Hokkaido University Japan ini adalah seorang Guru Besar Program Studi Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor (IPB).

Selain itu, Hanny juga berkiprah sebagai dosen tamu dan penguji eksternal di beberapa universitas dalam maupun luar negeri. Antara lain di Universitas Pelita Harapan (UPH), Hokkaido University, Jepang.

Telah banyak kontribusi ilmiah yang Hanny berikan. Antara lain, lebih dari 100 publikasi jurnal nasional dan internasional, 10 buku, dan beberapa buku bab termasuk dalam buku pegangan Kimia Pangan yang diterbitkan oleh Springer.

Hanny juga menghasilkan 15 paten atau hak kekayaan intelektual. Beberapa di antaranya, permen yang mengandung minyak kayu putih dan ekstrak matcha untuk menghambat pertumbuhan mikroba penyebab halitosis.

Lalu Konsentrat minuman herbal fungsional berbasis ekstrak kumis kucing dan proses pembuatannya.

Hanny sendiri mendapat julukan Dosen Jamu lantaran sering mengajar mata kuliah terkait jamu.

Hanny mengaku tidak menyangka bakal menerima penghargaan BRIN Sarwono Award 2022.

Baginya, dunia keimuan merupakan sesuatu yang sangat mewah. Salah satu harapan Hanny adalah ingin menciptakan image dunia pertanian di Indonesia lebih mempunyai greget positif di mata masyarakat Indonesia dan internasional.

"Indonesia dengan sekian banyak penduduknya, belum ada satupun yang meraih hadiah Nobel. Saya ingin mendorong generasi muda tertarik dengan dunia peneltian dibanding sinetron," katanya.

(Natalia Bulan)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement