Share

1,4 Juta Pelajar Putri di Jabar Bakal Rutin Terima Asupan Tablet Penambah Darah

Agung Bakti Sarasa, Koran Sindo · Kamis 11 Agustus 2022 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 11 624 2646010 1-4-juta-pelajar-putri-di-jabar-bakal-rutin-terima-asupan-tablet-penambah-darah-GReuQa8Q9C.jpg 1,4 juta pelajar putri di Jabar akan rutin terima asupan tablet penambah darah/Agung B S

BANDUNG - Sekitar 1,4 juta pelajar putri di Provinsi Jawa Barat akan rutin menerima asupan tablet penambah darah dalam upaya mencegah beragam penyakit seperti anemia.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Dedi Supandi mengatakan, tablet penambah darah untuk para pelajar putri kategori remaja usia 12-18 tahun tersebut diberikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar.

"Hari ini untuk remaja putri yang minum saya perkirakan kurang lebih 1,4 juta (orang) yang terdiri dari anak-anak remaja di sekolah SMA/SMK sederajat dan juga sebagian SMP dan sebagian di lingkungan Kementerian Agama," ungkap Dedi di sela Kampanye Gizi Seimbang dan Gebyar Minum Tablet Tambah Darah (TTD) di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (11/8/2022).

Menurut Dedi, nantinya, tablet penambah darah ini akan dikonsumsi mereka secara berkala satu tablet setiap pekan.

Pihaknya juga akan memberikan kartu kontrol sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi program tersebut.

"Dan selain kartu itu ada aplikasi ceria, aplikasi itu ada di Playstore. Aplikasi itu juga akan mengingatkan lewat bunyi jika belum minum tablet," terangnya.

Lebih lanjut Dedi mengatakan, berbagai dampak kesehatan akan muncul jika seseorang kekurangan darah.

Terlebih, kata Dedi, remaja putri memiliki potensi besar mengalami berbagai macam penyakit yang ditimbulkan oleh kekurangan darah.

Bahkan, Dedi menyebutkan bahwa penyakit anemia kini menjangkiti 41,8 persen masyarakat Jabar.

"Jika mereka terkena anemia, maka dari anemia ini akan berdampak kepada gejala- gejala (kesehatan). Kalau di remaja mengganggu pemikiran, pembelajaran, dan lain sebagainya," jelas Dedi.

Tidak hanya itu, anemia juga akan berdampak pada perempuan jika hamil dan melahirkan dimana kekurangan darah akan memicu kondisi stunting terhadap anak.

"Maka hari ini kita lakukan serentak untuk membudayakan minum tablet tambah darah," katanya.

Dedi berharap, gerakan TTD ini mampu menjadikan Indonesia terbebas dari anemia dan program Zero Stunting pada 2045 nanti dapat terwujud.

"Tujuannya adalah memersiapkan remaja remaja putri yang ke depannya mereka akan menjadi ibu hamil yang ke depannya, mereka akan menjadi pencipta generasi emas agar 2045 bebas anemia dan zero stunting," kata Dedi.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Jabar, Atalia Praratya Kamil mengatakan, remaja putri berpotensi mengalami anemia.

Hal ini didasari oleh berbagai kebiasaan yang dialami dan sistem hormon dengan adanya menstruasi.

Dia mencontohkan, banyak remaja putri yang menjalani diet ketat, namun secara gizi tidak terpenuhi dengan baik sehingga tidak seimbang ditambah banyaknya aktivitas harian yang dijalaninya.

"Kita berikan TTD ini agar sehat dan menghadirkan generasi yang tidak stunting, jadi sehat mulai dari remaja putri," ujar Atalia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini