Lebih lanjut Dedi mengatakan, berbagai dampak kesehatan akan muncul jika seseorang kekurangan darah.
Terlebih, kata Dedi, remaja putri memiliki potensi besar mengalami berbagai macam penyakit yang ditimbulkan oleh kekurangan darah.
Bahkan, Dedi menyebutkan bahwa penyakit anemia kini menjangkiti 41,8 persen masyarakat Jabar.
"Jika mereka terkena anemia, maka dari anemia ini akan berdampak kepada gejala- gejala (kesehatan). Kalau di remaja mengganggu pemikiran, pembelajaran, dan lain sebagainya," jelas Dedi.
Tidak hanya itu, anemia juga akan berdampak pada perempuan jika hamil dan melahirkan dimana kekurangan darah akan memicu kondisi stunting terhadap anak.
"Maka hari ini kita lakukan serentak untuk membudayakan minum tablet tambah darah," katanya.
Dedi berharap, gerakan TTD ini mampu menjadikan Indonesia terbebas dari anemia dan program Zero Stunting pada 2045 nanti dapat terwujud.
"Tujuannya adalah memersiapkan remaja remaja putri yang ke depannya mereka akan menjadi ibu hamil yang ke depannya, mereka akan menjadi pencipta generasi emas agar 2045 bebas anemia dan zero stunting," kata Dedi.