Share

5 Fakta Lomba Balap Karung. Sudah Ada Sejak Zaman Belanda!

Rina Anggraeni, Okezone · Selasa 09 Agustus 2022 10:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 624 2644469 5-fakta-lomba-balap-karung-sudah-ada-sejak-zaman-belanda-k0UVF2Mjvf.jpg Lomba Balap Karung (Foto: Okezone)

JAKARTA- Ada 5 fakta lomba balap karung, sudah ada sejak zaman Belanda!. Lomba balap karung juga sangatlah identik dengan perlombaan di hari kemerdekaan, yaitu 17 Agustus. Permainan tradisional ini diadaptasi dari jaman kolonial, di mana masyarakat yang tak mampu menjadikan karung goni sebagai pakaian.

Kemudian seiring perkembangan zaman, pakaian itu akhirnya dijadikan perlombaan saat 17-an. Sebagai pengingat dan dimaknai sebagai bentuk perjuangan. Ternyata lomba balap karung sudah ada sejak zaman Belanda yang banyak orang tidak ketahui.

Adapun 5 fakta lomba balap karung, sudah ada sejak zaman Belanda ini memang menarik untuk dibahas.  Pertama, balap karung secara tradisional dipandang sebagai kegiatan untuk anak-anak, tetapi orang dari segala usia dapat berkompetisi. Kedua, di sekolah perlombaan karung sering diadakan pada hari olahraga, bersamaan dengan berbagai acara lainnya seperti lomba membawa kelereng dengan sendok. Lomba ini juga sering diadakan di acara pameran, pesta ulang tahun, dan piknik.

Ketiga, di Indonesia perlombaan ini banyak digelar pada hari kemerdekan. Apalagi, lomba balap karung juga diapresiasi oleh pendatang dari luar negeri dengan langsung terlibat dalam perlombaan ini.

Awal mulanya, balap karung berasal dari zaman penjajahan Belanda di Indonesia. Keempat , balap karung adalah permainan yang dibawa oleh misionaris Belanda ke sekolah-sekolah dan instansi bentukan Belanda.

Karena menarik dan mudah ditiru, akhirnya banyak juga masyarakat Indonesia yang mengadakan perlombaan balap karung sendiri dan kegiatan ini pun berlanjut hingga Indonesia berhasil merampas kemerdekaan.

Selain itu ada juga mengatakan bahwa balap karung berasal dari rasa kesal masyarakat kalangan bawah Indonesia pada masa penjajahan yang tak mampu membeli pakaian.

Kelima, fakta balap karung adalah  seseorang yang terlalu malas membolongi karung pun memutuskan untuk menginjak bagian bawah karung saja dan berjalan dengan melompat. Meski mulanya dilihat sebagai bentuk protes, akhirnya kegiatan melompat di dalam karung ini perlahan memunculkan permainan yang memiliki peraturannya sendiri.

Kendati demikian, balap karung memilikin ilai kerja keras tercermin dari semangat para pemain untuk sampai di garis finis secepat mungkin. Sementara nilai kerja sama merupakan refeksi dari kekompakan para pemain ketika sedang bermain.

(RIN)

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini