Share

11 Tradisi Unik Perayaan 17 Agustus dari Berbagai Daerah di Indonesia, Apa Saja?

Cita Zenitha, MNC Portal · Senin 08 Agustus 2022 16:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 08 624 2644110 tradisi-unik-perayaan-17-agustus-dari-berbagai-daerah-di-indonesia-apa-saja-IGNyq5K69e.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

 JAKARTA- 11 tradisi unik perayaan 17 Agustus dari berbagai daerah di Indonesia menarik untuk diulas.

Memasuki bulan Agustus di setiap tahunnya, sudah pasti menjadi suatu momen spesial bagi masyarakat Indonesia. Bukan tanpa alasan, momen peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ini selalu dimeriahkan dengan berbagai tradisi yang berbeda-beda di seluruh penjuru negeri.

Selain upacara bendera, beragam kelompok masyarakat memiliki caranya tersendiri untuk merayakan hari kemerdekaan. Mulai dari dekorasi lingkungan sekitar dengan pernak-pernik kemerdekaan, hingga mengadakan berbagai lomba yang dapat menghibur masyarakat.

Sementara di beberapa daerah, terdapat tradisi 17 Agustusan yang unik khas dengan sentuhan budaya yang kerap diadakan. Namun, pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, sebaiknya masyarakat tetap membatasi mobilitasnya dan merayakan kemerdekaan

Berikut  11 tradisi unik perayaan 17 Agustus dari berbagai daerah di Indonesia dikutip dari berbagai sumber:

1. Lomba Sampan Layar (Batam, Kepulauan Riau)

Lomba sampan layar biasanya dilaksanakan setelah upacara peringatan HUT RI di Batam. Perlombaan yang kerap identik dengan sampan berlayar warna-warni ini sudah diselenggarakan turun temurun di wilayah tepi pantai.

Permainan tradisional tersebut sejatinya merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat Melayu. Selain menambah kemeriahan peringatan HUT RI, lomba ini juga merupakan salah satu siasat agar sampan layar tidak punah.

2. Pawai Jampana (Bandung, Jawa Barat)

Jampana sejatinya berarti tandu, oleh karena itu para peserta pawai ini biasanya akan membawa tandu besar. Tandu-tandu ini berisikan hasil bumi, makanan, dan hasil kerajinan masyarakat.

Adapun hasil bumi tersebut merupakan bentuk rasa syukur masyarakat terhadap kemerdekaan negara ini. Setelah tiba di lokasi, hasil bumi yang dibawa tadi akan diperebutkan dan dinikmati bersama antar peserta dan juga penonton pawai.

3. Obor Estafet (Semarang, Jawa Tengah)

Lari obor estafet merupakan tradisi merayakan HUT RI yang dilakukan warga Semarang. Lomba ini biasanya diadakan pada malam hari dengan peserta lari yang umumnya merupakan orang dewasa.

4.Peresean (Lombok, NTB)

Peresean merupakan pertarungan antara dua lelaki dengan senjata tongkat rotan sampai salah seorang di antaranya dinyataan kalah. Mereka juga menggunakan perisai yang terbuat dari kulit kerbau bernama Ende.

5. Telok Abang (Palembang)

Telok abang merupakan suatu permainan yang terbuat dari gabus. Sepanjang perjalanan dari Palembang kita dapat menemukan pedagang menjual mainan ini dengan berbagai bentuk mulai dari bentuk pesawat, kereta dan lainnya.

6. Sepak Bola Durian (Kebumen)

Untuk memperingati 17 Agustus, masyarakat Kebumen akan menggelar lomba sepak bola menggunakan durian. Sepak bola durian ini sebenarnya cukup berbahaya untuk itu hanya orang tertentu saja yang boleh mengikuti lomba ini.

7.Pawai Jampana (Bandung)

Pada pawai yaitu membawa tandu berisi hasil bumi dan aneka macaman makan yang akan dibawa oleh empat orang. Masyarakat yang menyaksikan akan berebutan untuk mendapatkan makanan yang ada di dalam tandu.

8. Barikan (Malang)

Acara ini tidak jauh berbeda dengan tirakatan. Pada malam hari tanggal 16 Agustus warga Malang akan berkumpul dan memanjatkan doa, renungan, menyanyikan lagu Indonesia Raya serta makan bersama.

9. Peresean (Lombok)

Peresean merupakan salah satu kesenian asal Lombok. Tradisi ini akan mempertemukan dua petarung untuk adu ketangkasan.

10. Pacu Kude (Aceh)

Pacu kude yang digelar masyarakat Aceh sudah ada sejak 1956 dan awalnya digelar pada usia panen saja. Kemudian pacu kude diambil alih oleh pemerintah setempat dan diberlangsungkan untuk memperingati hari kemerdekaan.

11. Lomba Mendayung (Banjarmasin)

Lomba dayung menjadi tradisi turun temurun warga Banjarmasin sejak tahun 1942 lalu dan masih dilakukan hingga saat ini. Perlombaan sendiri dilakukan di Sungai Martapura. Setiap peserta akan menggunakan perahu yang terdapat kepala naga pada bagian ujungnya.

Demikianlah 11 tradisi unik perayaan 17 Agustus dari berbagai daerah di Indonesia.

(RIN)

1
5

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini