Share

Galon Air Minum Berbahaya Terkena Sinar Matahari dan Guncangan? Ini Penjelasan Pakar IPB

Zahra Larasati , Okezone · Minggu 17 Juli 2022 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 17 65 2630955 galon-air-minum-berbahaya-terkena-sinar-matahari-dan-guncangan-ini-penjelasan-pakar-ipb-koNbtchCRW.jpg IPB University/ Okezone

JAKARTA - Guncangan yang terjadi saat pendistribusian galon air minum di dalam truk sama sekali tidak mempengaruhi pelepasan (migrasi) Bisfenol A (BPA) dari galonnya.

Demikian juga saat galon guna ulang terpapar sinar matahari saat dalam pendistribusiannya, sama sekali tidak mempengaruhi migrasi BPA-nya.

(Baca juga: IPB Terbaik di Asia Tenggara Kalahkan Kampus dari Thailand, Singapura dan Malaysia)

Hal itu diutarakan Pakar pangan, dosen dan peneliti di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, Nugraha E. Suyatma

“Untuk ketahanan panasnya, galon guna ulang yang berbahan polycarbonat itu jauh lebih tahan panas dibanding galon PET. Yang kemarin saya baca di berita-berita itu kan diberitakan bahwa jadi berbahaya karena ngangkutnya di papar matahari,”ujar Nugraha, Minggu (17/7/2022).

“Sebenarnya nggak akan ada pengaruh apa-apa itu, karena sampai suhu 80 derajat saja polikarbonat masih tahan. Tapi kalau galon PET, itu suhu 50 derajat saja sudah ganti formasinya,” sambungnya.

Begitu juga dengan masalah guncangan yang terjadi saat pendistribusian galon guna ulang ini, Nugraha memastikan, kalau guncangan di truk itu tidak masalah sama sekali dengan migrasi BPA-nya. “Selama tidak pecah, galon polikarbonat atau galon guna ulang itu tidak masalah sama sekali,” ucapnya.

Ditambahkannya, Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB sendiri untuk kebutuhan minum para staf dan dosennya masih menggunakan air kemasan galon air minum.

“Kami masih merasa belum ada bahaya apa-apa saat mengkonsumsinya karena memang belum ada bukti ilmiahnya air minum ini berbahaya untuk kesehatan,” katanya.

Hal senada juga diutarakan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Junadi Khotib. Dia mengatakan pola distribusi galon guna ulang yang buruk bisa memperparah pelepasan (migrasi) bahan kimia berbahaya Bisfenol A (BPA).

"Memang ada penelitian tentang kinetika pelepasan BPA dari kemasan polikarbonat. Semakin tinggi kadar BPA dalam kemasan polikarbonat, BPA yang dilepaskan juga semakin tinggi," katanya.

Hanya saja, dikatakan Junadi, pelepasan BPA itu sangat tergantung pada suhu dan tingkat keasaman.

“Ketika dalam distribusi dan produksi, kemasan galon air minum terpapar cahaya matahari langsung sehingga suhunya meningkat, tentu di sana sangat cepat terjadi migrasi," ujarnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Pakar Teknologi Pangan lainnya yang juga dari IPB, Dr Eko Hari Purnomo, juga menegaskan bahwa kandungan BPA yang terkandung dalam galon air minum dalam kemasan guna ulang tidak membahayakan kesehatan. Menurutnya, plastik Polikarbonat yang mengandung BPA itu digunakan untuk galon air minum hanya karena sifatnya yang keras, kaku, transparan, mudah dibentuk, dan reltif tahan panas.

“Tapi, berdasarkan data-data yang ada, penggunaan kemasan guna ulang itu tidak banyak menimbulkan resiko kesehatan, terutama dari sudut pandang BPA-nya. Apalagi untuk produk air, itu potensinya kecil sekali,” kata Eko.

Menurut Eko, sulitnya ditemukan penelitian-penelitian yang dilakukan terhadap dampak BPA pada galon guna ulang itu, karena memang sudah terbukti aman untuk digunakan. Tapi, kata Eko, yang banyak ditemukan itu adalah penelitian-penelitian migrasi BPA dari kemasan Polikarbonat (PC) pada kemasan selain galon guna ulang.

Karenanya, dia juga heran kenapa sekarang kemudian menjadi ramai dipertanyakan apakah penggunaan kemasan galon guna ulang itu bisa berdampak terhadap kesehatan, terutama melalui migrasi BPA ke dalam produk.

“Sehingga, menurut saya, informasi-informasi dari penelitian yang bukan dari galon guna ulang inilah yang kemudian diambil oleh orang-orang yang masih mempertanyakan bahaya BPA dalam galon guna ulang ini. Sementara, dari berbagai studi yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa migrasi BPA dari PC ke dalam minuman terutama air itu masih jauh di bawah batas migrasi yang diizinkan,”pungkasnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini