Dikenal sebagai dugaan Kepler, persoalan geometris yang ditangani Profesor Viazovska dikenalkan pada tahun 1611 oleh ahli matematika dan astronom Jerman, Johannes Kepler.
Ilmuwan ini yang lebih terkenal karena menemukan fakta bahwa Bumi dan planet-planet mengelilingi Matahari dalam orbit elips.
Gender dan perang
Profesor Viazovska menyentil tentang ketidaksetaraan gender dalam pidatonya saat pemberian penghargaan tersebut di sebuah konferensi di Helsinki, Finlandia, tanggal 3-4 Juli lalu.
"Saya merasa sedih karena saya hanyalah perempuan kedua," ujarnya.
"Tapi kenapa begitu? Saya tidak tahu. Saya berharap itu akan berubah di masa depan."
Profesor Viazovska mengungkap nestapa yang menimpa negaranya akibat perang, dengan berucap "hidup saya berubah selamanya" saat Rusia menginvasi Ukraina pada Februari.
Orang tua dan saudara perempuannya tinggal di ibu kota, Kyiv, ketika pasukan Rusia memasuki negara itu.
"Ketika perang dimulai, saya tidak bisa memikirkan hal lain, termasuk matematika," ungkapnya dalam video yang ditampilkan pada upacara tersebut.
Keluarganya dievakuasi dari Kyiv dan kini tinggal bersamanya di Swiss, tempat dia bekerja di Ecole Polytechnique Federale de Lausanne.
"Saat ini rakyat Ukraina benar-benar membayar harga tertinggi demi keyakinan dan kebebasan kami," tambahnya.
Dugaan Kepler
"Dia (Viazovska) adalah ahli matematika yang brilian," kata Christian Blohmann, peneliti di Institut Max Planck untuk Matematika, Jerman, kepada BBC.
"Solusinya untuk masalah pengepakan bola sangatlah indah dan sangat tak terduga."
Viazovska, yang mempresentasikan solusinya pada tahun 2016, telah menerima beberapa penghargaan. Namun kontribusinya tak berakhir di sana.
"Dari upaya yang dihasilkan oleh Viazovska, jalur penelitian telah dibuka di berbagai belahan dunia," kata Pablo Hidalgo, peneliti di Institut Ilmu Matematika dari Dewan Tinggi untuk Penelitian Ilmiah, Spanyol.