Share

Keluarga MBR Kini Akan Peroleh Biaya Pendidikan Pelajar SMA Sederajat

Aan haryono, Koran SI · Senin 27 Juni 2022 10:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 624 2618773 keluarga-mbr-kini-akan-peroleh-biaya-pendidikan-pelajar-sma-sederajat-CCOYqVKE4j.jpg Pemkot Surabaya saat tebus ijazah pelajar tidak mampu/Aan H

"Di situlah kami mendapatkan data, dibantu Kadispendik (Kepala Dinas Pendidikan) Provinsi dan Kadispendik Kota memberikan data dan kita memberikan beasiswa," kata Eri.

Sebab, katanya, ketika ada SMA/SMK sederajat ingin meningkatkan kualitas pendidikan, maka otomatis biaya SPP sekolah per siswa akan bertambah.

Tentu saja hal ini membuat besaran bantuan operasional sekolah (BOS) dan bantuan operasional pendidikan daerah (Bopda) yang dicover Pemprov tidak cukup memenuhi SPP mereka.

"Ketika ada peningkatan biaya SPP inilah, maka pemerintah kota hadir di sana. Dan itu sudah saya sampaikan ke Beliau (Gubernur Jatim) dan arahan beliau bisa kita (pemkot) bantukan di sana," katanya.

Sementara yang dilakukan pemkot menebus ijazah 729 pelajar SMA/SMK sederajat beberapa waktu lalu, dikarenakan memang belum ada kolaborasi dengan Pemprov Jatim.

Karena ijazah yang ditebus sebelumnya, merupakan pelajar lulusan tahun 2019 - 2021.

"Insyaallah di tahun 2022 ini, tahun ajaran baru, maka kami (Pemkot Surabaya) bersinergi dengan provinsi," jelasnya.

Dengan sinergi inilah maka diyakininya tidak akan ada lagi pelajar SMA/SMK sederajat di Surabaya yang sampai mengalami kendala membayar SPP hingga tahunan.

Sebab, Pemkot Surabaya akan hadir di sana untuk memenuhi kekurangan biaya SPP mereka tiap bulan melalui program beasiswa.

"Dengan begini saya yakin, maka tidak ada lagi anak-anak Surabaya yang tidak bisa sekolah, tidak bisa mengambil ijazah karena ada SPP yang belum terbayarkan. Karena sebenarnya (penambahan) SPP ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan," jelasnya.

Eri kembali menegaskan, bahwa Surabaya adalah kota yang dibangun dengan gotong-royong.

Bahkan menurutnya, gotong-royong ini sebelumnya pernah diajarkan oleh Presiden Pertama RI Soekarno, bagaimana yang kuat membantu yang lemah.

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini