Share

3 Kisah Unik di PPDB 2022, Ada SD Cuma Dapat 8 Siswa Baru!

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Minggu 26 Juni 2022 08:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 624 2617499 3-kisah-unik-di-ppdb-2022-ada-sd-cuma-dapat-8-siswa-baru-xSk1x6HA3N.jpg Ilustrasi. (Foto: Ant)

JAKARTA - Peristiwa unik terjadi sepanjang penerimaan peserta didik baru (PPDB) di berbagai daerah Indonesia. Ketika pelaksanaan PPDB ini ada orang tua yang rela antre demi sang anak dapat masuk sekolah yang diinginkan.

Selain itu, di Klaten, para siswa membawa botol plastik untuk ditukarkan dengan map sampul berkas persyaratan pendaftaran.

PPDB SD - Orang Tua Rela Antre dari Subuh

Di hari pertama pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) SD jalur zonasi, sejumlah SDN di kota Bogor mulai diserbu oleh orang tua wali murid, Selasa (14/6/2022). Demi sang anak dapat masuk sekolah yang diinginkan, para orang tua murid rela antre sejak subuh karena terbatasnya kuota PPDB SD jalur zonasi.

Seperti yang terlihat di SDN Polisi 4 Bogor, para orang tua sudah berdatangan sejak subuh ke sekolah padahal pendaftaran belum dibuka. Meski sempat membludak, namun dapat diantisipasi dengan memecah antrean ke beberapa kelas yang telah disediakan.

PPDB SMA - SMAN 1 Dawan Terima Siswa dari Dua Kabupaten

Pada Rabu (22/6/2022), SMA/SMK di Bali melaksanakan PPDB secara serentak. Seperti yang terlihat di PPDB SMAN 1 Dawan. Terdapat beberapa siswa yang tampak sibuk mengurus pendaftaran sekolah meski pendaftaran dilakukan secara online.

Pihak sekolah pun tetap berupaya untuk melayani siswa yang akan mendaftar di sekolah. Diketahui, PPDB di SMAN 1 ini sedikit unik dibanding dengan sekolah lainnya yang berada di Klungkung. Pasalnya, sekolah ini mewilayahi zonasi di dua kabupaten, yaitu wilayah Klungkung dan Karangasem.

PPDB SD - SDN Bongsren Hanya Dapat 8 Siswa Baru

Rabu (15/6/2022) lalu adalah batas akhir PPDB Tahun Ajaran 2022/2023 untuk Sekolah Dasar Negeri. Terdapat SD di Kabupaten Bantul yang kekurangan siswa baru. Seperti yang terjadi di SDN Bongsren, Kabupaten Bantul, yang hanya dapat 8 siswa.

Saking sedikitnya jumlah siswa di SDN ini, Kerto, mantan Dukuh Bongsren, pun menawarkan bonus kepada orang tua siswa yang bersedia memasukkan anaknya ke SDN Bongsren ini. Mereka akan mendapat Rp100.000 per anak.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Bantul Eko Sutrisno Aji bersedia untuk berkomunikasi dengan kepala sekolah, guru dewan sekolah hingga Disdikpora Bantul guna membantu agar jumlah siswa di SDN Bonsren bertambah banyak ke depannya.

Diolah dari berbagai sumber:

Tika Vidya Utami-Litbang MPI

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini