JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan tidak kurang dari 10 ribu pelajar dan mahasiswa saat ini sedang belajar di Al-Azhar, Kairo, Mesir.
“Saya mendapat laporan, saat ini tidak kurang dari sepuluh ribu pelajar dan mahasiswa Indonesia tengah belajar di Al-Azhar,” ungkap Wapres kampus Pusiba di Jalan Kyai H. Noer Ali (Al-Makmur) No. 1 Ujung Harapan Bahagia, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (22/6/2022).
Bahkan, kata Wapres, Indonesia selalu mengirimkan sebanyak 1.500 hingga 2.000 mahasiswa untuk belajar ke Mesir. Mengingat setiap tahun minat calon mahasiswa untuk berangkat ke Al-Azhar tidak pernah surut dan bahkan selalu meningkat.
“Setiap tahun memang kita mengirim mahasiswa ke Mesir. Setiap tahun ya, 1.500 sampai 2.000,” katanya.
Diketahui, Al-Azhar Mesir juga merupakan lembaga keagamaan, pendidikan, sosial dan dakwah Islam tertua, yang terus berperan aktif dan berkontribusi besar sepanjang sejarah peradaban Islam. Sehingga banyak yang ingin mencari ilmu ke sana.
BACA JUGA:Tegaskan Khilafatul Muslimin Menyimpang, Wapres: Harus Disetop
Al-Azhar juga disebut sebagai salah satu benteng keislaman yang moderat. Keberadaan ulama-ulama besar yang mendedikasikan ilmunya dengan ikhlas, serta tradisi keilmuan Islam yang kuat dan bercirikan moderat, menjadi daya tarik tersendiri bagi Al-Azhar. Ribuan pelajar dari berbagai penjuru dunia datang menimba ilmu, tidak terkecuali dari Indonesia.
“Meski jauh secara geografis, tetapi Mesir dan Al-Azhar selalu dekat di hati masyarakat Indonesia,” kata Wapres.
Oleh sebab itu, Wapres menegaskan hal ini harus menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan agar setiap calon mahasiswa Indonesia yang akan belajar di Mesir telah memiliki kemampuan bahasa Arab dan wawasan keislaman yang baik.
(Natalia Bulan)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik