Share

Dosen Undip Dikukuhkan Jadi Guru Besar setelah Temukan Inovasi Teknik Pengasapan Ikan yang Higienis

Tim Okezone, Okezone · Kamis 16 Juni 2022 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 16 65 2612818 dosen-undip-dikukuhkan-jadi-guru-besar-setelah-temukan-inovasi-teknik-pengasapan-ikan-yang-higienis-mG9fw3XFqr.jpg Dosen FKIP Undip Dr. Ir. Fronthea Swastawati, M.Sc/Dok. Undip

SEMARANG - Cara penangkapan ikan secara tradisional dinilai kurang memperhatikan sanitasi dan kurang higienis sehingga dapat berpengaruh bagi kesehatan maupun lingkungan.

Melalui masalah ini, dosen S1 Jurusan Manajemen Sumber Daya Pantai, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, mencetuskan teknologi baru dalam pengasapan ikan yaitu menggunakan metode asap cair.

 BACA JUGA:Undip Semarang Kukuhkan 8 Guru Besar dari Berbagai Fakultas

Ia adalah Profesor Dr. Ir. Fronthea Swastawati, M.Sc yang memberikan judul pada penelitiannya, 'Inovasi Teknologi Asap Cair Untuk Pengolahan Hasil Perikanan yang Modern dan Higienis di Indonesia'.

Fronthea juga memaparkan kelemahan-kelemahan lain dalam teknik pengasapan tradisional.

“Penampilan yang kurang menarik (hangus sebagian), kontrol suhu yang sulit dilakukan, dan pencemaran udara. Produk yang dihasilkan pun kurang bahkan tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI),” tuturnya dikutip dari laman resmi Undip, Kamis (16/6/2022).

Asap cair merupakan hasil kondensasi uap asap yang berasal dari bahan bakar yang mengandung lignin, selulosa dan hemiselulosa.

Asap hasil pembakaran mengandung senyawa-senyawa yang memiliki manfaat sebagai antioksidan, antibakteri dan juga sebagai perisa makanan.

Asap cair memiliki kandungan senyawa fenol, asam organik dan karbonil. Ketiga senyawa tersebut berperan dalam memperbaiki sifat produk ikan asap, antimikroba dan antioksidan.

Senyawa karbonil dalam asap cair berperan dalam pembentukan karakteristik ikan asap yang dihasilkan.

Asap cair merupakan bahan tambahan makanan yang telah masuk SNI 01-7-152-2006 sebagai perisa asap pada makanan.

Selain lebih terjamin, metode asap cair juga mudah diterapkan, penggunaan yang praktis, cita rasa produk lebih seragam, dapat digunakan secara berulang, dapat digunakan berbagai jenis bahan pangan, mengurangi pencemaran lingkungan, hingga senyawa karsinogen yang dapat direduksi/dihilangkan.

Penggunaan metode asap cair pun tergolong mudah. Pada ikan segar atau filet cukup dengan cara merendam produk dalam larutan asap cair pada waktu dan konsentrasi tertentu.

Konsentrasi dan waktu perendaman ini tergantung dari jenis dan jumlah ikan.

Penggunaan asap cair pada pengenceran 2,5 kali dapat menghambat oksidasi lemak sehingga lebih baik diterapkan pada steak ikan cakalang dibandingkan penggunaan asap cair pada pengenceran 5 kali.

Ia menambahkan potensi perikanan yang besar di Indonesia belum tergarap secara maksimal.

Dengan adanya modernisasi pengolahan produk perikanan khususnya ikan asap ini, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas dari produk yang dihasilkan.

Selain itu, metode asap cair yang merupakan metode baru dapat menjadi trend baru bagi kalangan generasi milenial karena lebih praktis, lebih higienis, dan non karsinogen.

Saat ini Profesor Dr. Ir. Fronthea Swastawati, M.Sc menjadi Guru Besar ke-22 pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip.

Terdapat 161 Guru Besar aktif yang dimiliki Universitas Diponegoro sampai saat ini.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini