Share

Wali Kota Banjarimasin Menegaskan Syarat Siswa Baru SD Adalah Sudah Imunisasi

Natalia Bulan, Okezone · Jum'at 10 Juni 2022 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 10 624 2609176 wali-kota-banjarimasin-menegaskan-syarat-siswa-baru-sd-adalah-sudah-imunisasi-tQLHKEv7Sy.jpg Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina/Antara

BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina menegaskan bahwa syarat masuk sekolah untuk siswa baru Sekolah Dasar (SD) sudah harus imunisasi campak dan rubella.

Menurutnya, imunisasi campak dan rubella adalah kewajiban bagi anak, sehingga tidak ada tawar-menawar terkait hal tersebut.

"Kalau vaksinasi Covid-19 mungkin saja orang tua diberi kesempatan menolak, tetapi kalau terkait imunisasi ini, itu kewajiban dari pemerintah," tegasnya dikutip dari Antara, Jumat (10/6/2022).

Dia menyatakan, orangtua tidak dalam posisi menolak dan menerima, karena ini sudah kewajiban semua bagi anak menjalani imunisasi.

Menurut Ibnu, program imunisasi bagi anak saat ini digencarkan lagi, karena pada masa pandemi Covid-19 sejak Maret 2020 hingga kini 2022 program imunisasi bagi anak sempat menurun tajam.

Karena itu, pemerintah menyelenggarakan bulan imunisasi nasional 2022 sejak bulan Mei, berlanjut ke bulan Juni ini dengan target di Provinsi Kalsel sebanyak 1,4 juta anak.

Ibnu menyampaikan, imunisasi dasar bagi anak ini harus disukseskan lagi, karenanya dipaksakan ini hingga sebagai syarat masuk sekolah bagi siswa baru.

Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin mengeluarkan surat edaran Nomor 420/2420/ - P.SD/ Dipending tentang Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Dasar Negeri tahun pelajaran 2022/2023.

Di mana salah satunya disebutkan setiap anak wajib mengantongi surat vaksinasi COVID-19 ditambah surat keterangan imunisasi campak dan rubella.

"Anak yang sudah vaksin tersebut jadi prioritas masuk di sekolah, selain melengkapi syarat lainnya," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Nuryadi.

Menurutnya, syarat tersebut untuk mambantu program pemerintah dalam menggenjot angka vaksinasi anak dan angka imunisasi campak dan rubella.

"Diketahui angka vaksinasi anak dan imunisasi masih di bawah 50 persen. Padahal Dinkes sudah melakukan jemput bola ke sekolah, moga dengan cara ini naik signifikan," tuturnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini