Share

5 Anak Alami Trauma Setelah Dilarang Ikut Ujian Karena Belum Lunasi Biaya

Erfan Erlin, iNews · Jum'at 10 Juni 2022 12:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 10 624 2609165 5-anak-alami-trauma-setelah-dilarang-ikut-ujian-karena-belum-lunasi-biaya-7vFwtn7kYW.jpg Suasana SMP Muhammadiyah Banguntapan/Erfan Erlin

BANTUL - Risyanto (42) warga Dusun Modalan Kalurahan Banguntapan Kapanewon Banguntapan, Bantul, mengaku tengah pusing karena anaknya yang duduk di kelas 7 SMP Muhammadiyah mogok pergi sekolah.

Diketahui, anaknya tersebut tidak mau mengikuti ujian akhir semester, menurut Risyanto, penyebabnya karena sang anak tidak diberikan kartu ujian dengan alasan belum melunasi biaya administrasi sekolah.

Peristiwa larangan tersebut terjadi pada hari Senin awal pekan ini.

"Senin kemarin kan simulasi ujian karena Selasanya ujian. Anak saya tidak boleh ikut simulasi dan tidak diberi kartu ujian karena belum melunasi biaya masuk sekolah,"tutur dia, Jumat (10/6/2022).

Karena larangan mengikuti simulasi tersebut anaknya pun langsung pulang dan melaporkan kepada orangtuanya.

Risyantopun langsung pergi ke sekolah untuk melakukan pembayaran. Namun ia tetap belum bisa melunasinya.

Risyanto mengaku awalnya mendapat tagihan sebesar Rp3 juta namun kemudian dari pihak sekolah merevisi besar nyata kekurangan dari biaya sekolah anaknya sebesar Rp 1,8 juta.

Kemudian dia membayar uang sekolah sebesar Rp 1 juta dari kekurangan tersebut.

"Masih kurang Rp800 ribu. Ini tadi mau saya bayarkan tetapi tetap ditolak untuk ikut ujian,"paparnya.

Risyanto menyesalkan tindakan sekolah tersebut yang melarang anaknya untuk mengikuti ujian karena hal tersebut berdampak pada psikis dari anak keduanya tersebut.

Diketahui, anak keduanya ini mengalami tekanan mental karena tidak bisa ikut ujian.

Sebenarnya selain dirinya ada empat orang lagi wali murid yang juga belum bisa melunasi biaya masuk sekolah selama 1 tahun.

Kemarin ada satu orang yang dijemput oleh pihak sekolah untuk mengikuti ujian namun akhirnya justru pulang kembali.

"Dia pulang karena malu disuruh ujian di luar kelas. Dan di sekolah juga diledek teman-temannya,"ungkapnya.

Karena mendengar cerita dari temannya tersebut anak Risyanto kini benar-benar enggan untuk pergi ke sekolah.

Anak lelakinya tersebut bahkan meminta untuk pindah sekolah dengan alasan malu ketika nanti diejek teman-temannya.

Risyanto mengaku telah melaporkan peristiwa yang menimpa anaknya tersebut ke dinas pendidikan namun sampai saat ini belum ditindaklanjuti kemudian dia melaporkan ke Ombudsman dan langsung ditindaklanjuti oleh mereka.

Asistem Ombudsman Republik Indonesia (ORI) DIY, Muhammad Rizki menuturkan hari ini pihaknya datang ke sekolah untuk melakukan klarifikasi.

Kedatangan kali ini merupakan yang kedua karena Kamis kemarin mereka juga sudah mendatangi pihak sekolah.

"Dan memang benar ada larangan (ikut ujian) tersebut,"ujar dia.

Rizky mengatakan sebenarnya yang melaporkan adanya larangan mengikuti ujian Karena belum melunasi biaya masuk sekolah tersebut hanya satu orang.

Namun setelah mereka telusuri ternyata secara keseluruhan ada lima orang yang mengalami nasib serupa.

Hari Kamis kemarin ada satu siswa yang ikut ujian karena dijemput oleh pihak sekolah dan hari ini ada tambahan lagi jika siswa dari 5 siswa tersebut. Dan hanya anak pelapor saja yang belum mengikuti ujian.

Rizki mengaku setelah melakukan klarifikasi sampai saat ini pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan.

Namun yang jelas pihak sekolah telah melanggar aturan pendidikan yaitu terkait dengan layanan pendidikan.

Terkait pelayanan pendidikan di sekolah pemberian pelayanan pembelajaran tidak boleh dikaitkan dengan pembiayaan baik sekolah negeri dan swasta

"Siswa di sini ada yang dilarang ikut ujian karena belum lunas, mereka dari kelas 7. Yang belum dilunasi itu biaya masuk sekolah ini sebesar Rp 3-4 juta. Itu biaya masuk selama 1 tahun,"tambahnya.

Pihak sekolah pun enggan berkomentar ketika akan dikonfirmasi oleh awak media.

Bahkan ada salah satu pegawai sekolah tersebut meminta kepada awak media untuk keluar dari area sekolah dengan alasan para siswa sedang menjalani ujian.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini