Share

Mahasiswa Kedokteran Unair Ciptakan Manekin Tindakan Bedah

Yudha Prawira, iNews · Rabu 01 Juni 2022 09:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 01 624 2603616 mahasiswa-kedokteran-unair-ciptakan-manekin-tindakan-bedah-GfGzwU55my.jpg Mahasiswa Unair ciptakan inovasi manekin tindakan bedah/Tangkapan layar video Yudha Prawira

SURABAYA - Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya membuat inovasi manekin atau boneka coba untuk pembelajaran tindakan bedah.

Selain inovatif, manekin ini menjadi yang pertama di Indonesia dan telah diterapkan ke dalam kurikulum praktik di FK Unair.

Inovasi baru pembelajaraan ini merupakan ciptaan Rizka Wahyuningtyas, Citra Aulia, dan Dara Dasawulansari.

Mereka membutuhkan waktu satu tahun untu membuat manekin yang terbagi menjadi tiga bagian dan menggunakan bahan latex dan silicon.

Dengan adanya manekin atau boneka coba yang tercipta karena dampak pandemi Covid-19 ini, diharapkan bermanfaat dan mempermudah mahasiswa mempraktikkan langsung seperti layaknya pasien.

Diketahui, sebelumnya mahasiswa hanya belajar dan mempelajari melalui video saja.

"Ini merupakan inovasi manekin pembelajaran untuk dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang kami buat dari tim kami sendiri, bekerja sama dengan dosen dan pihak ITS," ungkap Rizka Wahyuingtyas sang inovator manekin pembelajaran tersebut.

"Manekin ini kami buat dengan desain khusus dan bahan serta biaya yang lebih minimal, dibandingkan dengan manekin yang diproduksi di luar negeri," tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa ada tiga bagian pada manekin pembelajaran ini, yaitu manekin robekan jalan lahir, manekin operasi bedah sesar, dan manekin operasi angkat rahim.

Sementara itu, dr. Brahmana Askandar selaku dosn pembimbing pembuatan manekin ini juga menjelaskan manfaat dari manekin pembelajaran ini.

Menurutnya, dengan adanya manekin ini bisa melakukan proses pendidikan khusus dalam hal pembelajaran tindakan bedah kepada mahasiswa secara lebih baik.

"Kemudian sensasi mengerjakan seperti sebenarnya meskipun satu tahap seperti real manusia," jelasnya.

"Mudah-mudahan akan lebih baik lagi pemahamannya sehingga bisa mengerjakan lebih baik," tandasnya.

Manekin yang memakan biaya pembuatan sebesar Rp70 juta ini telah mendapatkan hak cipta dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementeria Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini