Share

Ahli dari ITB Menyayangkan Polemik Penyebab Banjir Rob di Jawa Tengah

Arif Budianto, Koran SI · Senin 30 Mei 2022 14:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 30 65 2602561 ahli-dari-itb-menyangkan-polemik-penyebab-banjir-rob-di-jawa-tengah-SGTb6y85LX.jpg Banjir rob di Tanjung Mas Semarang/Polda Jateng

BANDUNG - Ahli dari Institut Teknik Bandung (ITB) menyayangkan adanya polemik terkait bencana banjir rob yang terjadi di wilayah Pantura, Jawa Tengah, pada 23 Mei 2022 yang lalu.

Kepala Lembaga Riset Kebencanaan IA-ITB Heri Andreas mengatakan, sejauh ini hasil investigasi penyebab banjir rob Pantura ini ternyata berbeda-beda atau terjadi polemik.

Polemik ini cukup memprihatinkan karena dasar dari pengurangan risiko atau suatu bencana melalui upaya prevensi mitigasi dan atau adaptasi harus berbasis investigasi faktor penyebab yang tepat.

"Jika hasilnya berbeda-beda dimungkinkan upaya pengurangan risiko-nya menjadi salah kaprah. Sebagai contoh kalau kita lihat di lapangan, Pemerintah telah membangun tanggul namun ternyata banjir rob masih kerap terjadi karena air melimpah tanggul atau air menjebol tanggul, " katanya dalam keterangan resminya.

Anggapannya, investigasi yang muncul belum sempurna. Heri menambahkan bahwa polemik yang terjadi mencerminkan masih lemahnya negara dalam memahami bencana.

Heri Andreas yang juga sebagai Kepala Laboratorium Geodesi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB lebih jauh mencatat bahwa terkait dengan bencana banjir rob di Pantura ini, upaya pengurangan risiko bencana-nya belum ditunjang regulasi yang cukup, sehingga akan berdampak ke kelembagaan, program hingga anggaran.

Bencana banjir rob belum secara tegas masuk ke dalam kategori bencana dalam Undang-Undang Kebencanaan. Hal ini menyulitkan Pemerintah Pusat hingga Daerah dalam membuat program yang komprehensif termasuk menentukan leading sector-nya.

"Kondisi ini pasti akan menjadikan bencana hanya dilihat secara parsial, dari sudut pandang yang berbeda-beda, yang buktinya dapat dilihat dari polemik yang terjadi yang diungkap di atas. Mudah-mudahan Pemerintah dapat membaca situasi ini dan mengambil langkah-langkah yang tepat, " jelas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini