Share

Rekam Jejak Pendidikan Ketua MK Anwar Usman yang Resmi Jadi Adik Ipar Presiden Jokowi

Natalia Bulan, Okezone · Kamis 26 Mei 2022 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 26 624 2600804 rekam-jejak-pendidikan-ketua-mk-anwar-usman-yang-resmi-jadi-adik-ipar-presiden-jokowi-6ROZdtJCB2.jpg Ketua MK Anwar Usman/MPI

JAKARTA - Nama Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman tengah menjadi perbincangan warganet setelah resmi menikah dengan adik Presiden Joko Widodo (Jokowi), Idayanti, hari ini.

Anwar Usman adalah sosok yang mengawali kariernya sebagai guru honorer di tahun 1975, sempat menjadi Hakim Konstitusi, dan akhirnya menjadi Ketua Mahkamah Agung.

Rekam jejak pendidikan Anwar Usman pun juga cukup menarik untuk dibahas.

Pria kelahiran 31 Desember 1956 ini dibesarkan di Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Nusa Tenggara Barat.

Mengutip dari laman Mahkamah Konsitusi RI, ia mengaku hidupnya terbiasa mandiri. Ia lulus dari SDN 03 Sila, Bima pada tahun 1969 dan kemudian memutuskan meninggalkan desa dan orangtuanya untuk melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) selama 6 tahun hingga 1975.

Lulus dari PGAN pada 1975, ia kemudian merantau lebih jauh lagi yaitu ke Jakarta dan langsung menjadi guru honorer di SD Kalibiru.

Selama menjadi guru, Anwar melanjutkan pendidikannya ke jenjang S1 di Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta dan lulus tahun 1984.

Menurutnya, banyak teman-teman yang lulusan PGAN memilih studi lanjutannya ke IAIN dan mengambil fakultas tarbiyah, syariah, atau lainnya.

Ada juga yang melanjutkan pendidikan ke Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP). Meski begitu, Anwar Usman memilih ke fakultas hukum, fakultas yang sangat arang diambil oleh teman-temannya lulusan PGAN.

Selama masih menjadi mahasiswa pun Anwar juga aktif dalam kegiatan teater di bawah asuhan Ismail Soebarjo.

Selain sibuk dalam kegiatan perkuliahan dan mengajar, Anwar juga tercatat sebagai anggota Sanggar Aksara.

Sukses meraih gelar Sarjana Hukum di tahun 1984, Anwar kemudian mencoba tes menjadi calon hakim.

Keberuntungan berpihak padanya karena ia dapat lulus dan diangkat menjadi Calon Hakim Pengadilan Negeri Bogor di tahun 1985.

Ia sempat melanjutkan pendidikannya untuk mendaptatkan gelar Doktor di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Setelah itu, kariernya pun melesat dan sempat menangani beberapa jabatan seperti Asisten Hakim Agung dari tahun 1997-2003, kemudian berlanjut ke pengangkatannya sebagai Kepala Biro Kepegawaian Mahkamah Agung dari tahun 2003-2006.

Di tahun 2005, ia diangkat menjadi Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta dengan tetap dipekerjakan sebagai Kepala Biro Kepegawaian.

Selanjutnya ia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Litbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung sejak 2006-2011,Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Periode Pertama 14 Januari 2015-11 April 2016, Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Periode Kedua pada 11 April 2016 - 2 April 2018), Hakim Konstitusi Periode Pertama 6 April - 6 April 2016, Hakim Konstitusi Perode Kedua 6 Aprl 2016 - 6 April 2026, serta Ketua Mahkamah Konsitusi sejak 2 April 2018 - 2 Oktober 2020.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini