Share

Daftar Menteri Pendidikan di Era Presiden Soeharto, Siapa Saja?

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Jum'at 27 Mei 2022 07:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 24 624 2599382 daftar-menteri-pendidikan-di-era-presiden-soeharto-siapa-saja-Q6YdTkwglR.jpg Soeharto. (Foto: Perpusnas)

JAKARTA - Era Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto berlangsung selama 32 tahun, tepatnya dari tahun 1966 hingga 1998. Pada masa Orde Baru, terjadi banyak peristiwa bersejarah yang berkaitan dengan tata pemerintahan dan kebijakan, salah satunya di bidang pendidikan.

Kebijakan pendidikan di masa ini mengalami banyak perubahan, termasuk jabatan menteri pendidikan di masa Orde Baru. Berikut daftar lima menteri pendidikan di era Presiden Soeharto.

Mashuri Saleh

Sebelum menjadi Menteri Pendidikan di Kabinet Pembangunan I, Mashuri Saleh telah lebih dulu bekerja di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi pada 1966. Selain itu, ia juga pernah menjadi Menteri Penerangan, Wakil Ketua MPR/DPR, dan anggota DPA.

Prof Dr Sumantri Brojonegoro

Meski sempat ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan tahun 1973, Sumantri Brojonegoro merupakan tokoh dengan latar belakang ilmu eksak. Ia adalah guru besar teknik kimia Institut Teknologi Bandung yang kemudian menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral 1967-1973. Ia juga pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Indonesia.

Prof. Dr. Syarif Thayeb

Syarif Thayeb ditunjuk untuk menggantikan Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 1974-1978. Latar belakang Syarif rupaya tidak berawal dari bidang pendidikan, melainkan bidang kedokteran.

Dr. Daud Joesoef

Semasa hidupnya, Daoed Joesoef dikenal sebagai cendekiawan multitalenta yang menghapus politik kampus. Kebijakan yang ia keluarkan adalah NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan) untuk membersihkan kampus dari kegiatan politik. Pria kelahiran Medan, Sumatera Utara pada 8 Agustus 1926 ini menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kabinet Pembangunan III, masa bakti 1978-1983.

Prof. Dr. Nugroho Notosusanto

Walaupun sempat menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Nugroho Notosusanto juga dikenal sebagai sastrawan. Pria yang kuliah di Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada tahun 1959 ini banyak menulis kisah perjuangan bangsa Indonesia melawan Belanda. Nugroho menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Pembangunan IV dari 1983 hingga 1985.

Prof. Dr. Fuad Hassan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kabinet Pembangunan V ini awalnya bermimpi ingin menjadi konduktor. Ia terinspirasi dari ayahnya yang seorang pemain mandolin, Ahmad Hassan. Sejak kecil, Fuad Hassan bahkan sudah mahir bermain biola. Fuad Hassan kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Universitas Toronto, dan kembali ke Universitas Indonesia untuk meraih gelar doktor.

Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro

Di masa Orde Baru, Wardiman Djojonegoro menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kabinet Pembangunan VI. Jabatan ini diembannya selama lima tahun, dari tahun 1993 hingga 1998. Pada 2009, Wardiman mendapatkan bintang jasa "The Order of the Rising Sun, Gold, and Silver Star" dari pemerintah Jepang atas kontribusinya dalam mengembangkan pertukaran akademik dan kebudayaan antara Indonesia dan Jepang.

Prof. Dr. Wiranto Aris Munandar

Menteri pendidikan terakhir pada masa Orde Baru ialah Wiranto Aris Munandar. Ia memulai jabatannya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Pembangunan VII tahun 1998. Selain menjadi menteri, Wiranto pernah menjabat sebagai Rektor Institut Teknologi Bandung periode 1988-1997 serta Penasihat Ahli di Industri Pesawat Terbang Nusantara.

Diolah dari berbagai sumber:

Almas Taqiyya/Litbang MPI

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini