Share

Ruang Kelas Diterjang Banjir Bandang, Siswa Terpaksa Belajar Gantian

Adi Haryanto, Koran SI · Senin 23 Mei 2022 17:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 23 624 2598927 ruang-kelas-diterjang-banjir-bandang-siswa-terpaksa-belajar-gantian-qaQK5DnqiQ.jpg Ruang kelas salah satu sekolah di Bandung Barat diterjang banjir bandang (Foto : MPI/Adi)

BANDUNG BARAT - Banjir bandang menerjang SDN 3 Cikahuripan Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Akibatnya aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut terganggu karena sejumlah ruangan sempat terendam.

Seperti ruangan kantor guru dan empat ruang kelas. Alhasil sejumlah peralatan sekolah juga ada yang rusak dan sebagiannya terpaksa harus dibuang karena sudah tidak bisa dipergunakan lagi.

"Banjir bandang menerjang pada, Sabtu 21 Maret 2022, malam, kedalamannya sekitar dada orang dewasa," kata guru kelas 6 SDN 3 Cikahuripan, Tata Karlan Hidayat, Senin (23/5/2022).

Menurutnya, berdasarkan inventarisasi kerugian yang ditimbulkan atas bencana tersebut di antaranya beberapa perangkat komputer rusak, arsip atau dokumen sekolah serta buku pelajaran siswa terendam banjir. Bahkan ruang kelas 4, 5, dan 6 tidak bisa digunakan karena temboknya rawan ambruk.

Pada saat kejadian, awalnya dirinya tidak menduga jika hujan deras yang turun bakal mengakibatkan banjir bandang. Baru sekitar pukul 19.30 WIB, mendengar kabar jika benteng di sisi sekolah jebol. Akibatnya air dari saluran air semua masuk ke lingkungan sekolah.

Penjaga sekolah kemudian berusaha menjebol pintu ruang kantor untuk menyelamatkan dokumen penting. Namun hal itu tidak bisa dilakukan karena terdorong kuatnya deras air. Sehingga air masuk melalui belakang ruang kantor setelah sebelumnya menjebol benteng sepanjang 40 meter.

"Semua peralatan di kantor tergenang banjir, enggak ada yang sempat diselamatkan," sambungnya.

Benteng yang ambruk, kata dia, juga menimpa tembok ruang kelas sehingga menyebabkan retak-retak. Sementara ini pihak sekolah mengosongkan ruangan untuk mencegah kejadian yang tidak diharapkan karena rawan ambruk.

"Paling sekarang belajarnya bergiliran, karena kelas yang dipakai terbatas. Terutama kelas 6 yang sebentar lagi ujian, jangan sampai terganggu kegiatan belajarnya," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini