Share

Profil Florence Nightingale, Nama di Balik Peringatan Hari Perawat Internasional

Tika Vidya Utami, Litbang Okezone · Jum'at 13 Mei 2022 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 624 2593782 profil-florence-nightingale-nama-di-balik-peringatan-hari-perawat-internasional-Zfgxqeq1XK.jpg Florence Nightingale/Emlii

JAKARTA - Peringatan Hari Perawat Internasional yang jatuh pada 12 Mei bertepatan dengan hari kelahiran Florence Nightingale.

Florence Nightingale lahir di Italia, 12 Mei 1820, merupakan seorang perawat, ahli stastitik, pembaharu sosial yang merupakan filsuf keperawatan modern.

Ia adalah anak kedua dari pasangan William Edward dan Frances Nightingale yang terbilang kaya dan membuatnya bisa mendapatkan akses pendidikan yang baik. Pada saat itu, Nightingale mengaku mendapat ilham untk menjadi seorang perawat.

Pada usia 16 tahun, ia mantap mendalami ilmu perawat meski awalnya keputusan tersebut ditolak oleh kedua orang tuanya.

Ia akhirnya mendaftar sebagai mahasiswa keperawatan di Institution of Protestant Deaconesses di Kaiserswerth, Jerman, pada tahun 1850.

Salah satu pencapaian yang telah dilakukannya dan dikenal dunia adalah saat Perang Krimea di Rusia pada 1854.

Ketika itu, ia bersama rombongan 38 perawat lainnya tiba di Scutari pada 5 November 1854. Mereka mulai mengatur rumah sakit untuk persediaan tempat tidur, selimut, makanan serta kebersihan.

Ketika bertugas pada malam hari, Nightingale membawa lampu jinjing untuk berkeliling memantau keadaan pasien.

Lampu jinjing inilah yang menjadi ciri khas yang melekat padanya hingga akhirnya ia diberi julukan The Lady with The Lamp.

Pada 30 Maret 1856, Perang Krimea berakhir usai pihak yang berkonflik sepakat untuk menandatangani Perjanjian Paris.

Usai perang, ia memastikan semua pasiennya mendapat penanganan medis yang terbaik hingga memastikan rumah sakit siap ditutup.

Pada Agustus 1856, ia kembali ke rumahnya di Derbyshire.

Kegiatan yang menyita tenaga dan waktunya membuat ia mengalami kelelahan akut dan terjangkit brucellosis.

Pada September 1856, Nightingale menemui Ratu Victoria dan Pangeran Albert guna membicarakan bentuk perbaikan dalam satuan militer Inggris Raya.

Ia menyampaikan temuannya selama di rumah sakit militer.

Meski sibuk mengurus pasien, ia masih sempat mencatat temuan medisnya di Krimea.

Usai pertemuan Nightingale dengan Ratu Victoria, Nightingale Fund, konsorsium penggalangan dana untuk medis pun mendapat perhatian publik.

Pada 1859, donasi yang berhasil dikumpulkan mencapai 45.000 poundsterling.

Dana ini kemudian digunakan untuk membangun Nightingale School of Nursing di St. Thomas’ Hospital, London pada 1860.

Pada 1883, ia dianugerahi penghargaan oleh Palang Merah Kerajaan Inggris. Kemudian pada 1907, ia mendapat Order of Merit, penghargaan sipil tertinggi di Inggris.

Nightingale meninggal dunia pada 13 Agustus 1910.

(bul)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini