Share

Pembibitan Atlet Berprestasi Tingkat Dunia Harus Dibudayakan di Sekolah, Nadiem Siapkan 4 Hal Ini

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 12 Mei 2022 17:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 12 624 2593198 pembibitan-atlet-berprestasi-tingkat-dunia-harus-dibudayakan-di-sekolah-nadiem-siapkan-4-hal-ini-CkFIkCoOe2.jpg Mendikbudristek Nadiem Makarim. (Foto: Binti M/MPI)

JAKARTA - Pembibitan atlet berprestasi tingkat dunia harus dilakukan pada usia sangat muda. Bahkan, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim menyebut hal ini harus dibudayakan di sekolah.

“Jadi olahraga ini agak spesial di mana benar-benar pembibitan itu harus dilakukan sangat muda untuk kita mencapai prestasi tingkat dunia,” kata Nadiem usai rapat koordinasi pelaksanaan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) di Istana Wakil Presiden, Kamis (12/5/2022).

Untuk itu, ada 4 aspek dari Kemdikbud Ristek yang akan disiapkan untuk mendapatkan atlet-atlet berprestasi. Pertama, akan membantu menyediakan regulasi sehingga para bakat atlet-atlet muda bisa fokus kepada olahraga dan bakat mereka.

Kemudian kedua, kata Nadiem, bagaimana meningkatkan frekuensi dan kualitas daripada kompetisi. “Karena tanpa ada kompetisi kita nggak akan bisa memfilter siapa yang punya jiwa perjuangan dalam kompetisi. Mungkin banyak orang punya bakat atau atlet, tapi giliran berkompetisi akhirnya kalah mental gitu. Jadi kita harus berhenti kompetisi itu bagian daripada filtering talent,” paparnya.

“Aspek ketiga adalah sarana prasarana, bagaimana caranya kita membudayakan jiwa olahraga di dalam sekolah-sekolah kita,” katanya.

Keempat, kata Nadiem, adalah menyiapkan Sumber Daya Manusia di bidang olahraga. “Guru-guru olahraga kita di sekolah-sekolah kita, apakah mereka mengerti sport science, mengerti nutrisi, mengerti latihan atletik dan lain-lain, jadi itu merupakan satu aspek SDM yang sangat penting.”

“Jadi komitmen kami di Kemendikbud Ristek adalah bagaimana menjadikan sekolah menjadi budaya olahraga dan berkompetisi yang sangat sehat. Tentunya dengan kurikulum baru, kurikulum Merdeka akan jauh lebih fleksibel sehingga bisa mengakomodasi berbagai macam aktivitas, seperti olahraga,” paparnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini