Share

Guru Gunakan Wayang Golek sebagai Sarana Dakwah dan Hibur Anak-Anak Jelang Berbuka Puasa

Catur Edi Purwanto, iNews · Senin 11 April 2022 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 11 624 2576955 guru-gunakan-wayang-golek-sebagai-sarana-dakwah-dan-hibur-anak-anak-jelang-berbuka-puasa-LH3vecgONy.jpg Guru SD gunakan wayang golek sebagai sarana dakwah. (iNews/Catur Edi Purwanto)

PURBALINGGA - Beragam cara dapat dipilih untuk mengisi kegiatan positif di bulan suci Ramadan. Di Purbalingga, Jawa Tengah, seorang guru sekolah dasar (SD) menggunakan alat berupa wayang golek islami sebagai sarana berdakwah dan sekaligus menghibur anak-anak di bulan Ramadan.

Kegiatan berdakwah menggunakan alat berupa wayang golek ini di lakukan Kusno sejak datangnya bulan Ramadan. Guru yang hobi mendalang ini menggelar wayang golek dakwah sambil mengumpulkan anak-anak di Desa Selakambang, Purbalingga.

Puluhan anak di Desa Selakambang selalu rutin datang setiap sore selama bulan suci Ramadan untuk melihat wayang golek dakwah ini. Tak hanya melihat wayang golek dakwah, anak-anak juga sekaligus belajar bermain gamelan untuk mengiringi alur cerita wayang dakwah ini.

Kusno sengaja mengajarkan anak-anak di desa untuk belajar menabuh gamelan guna mengenal budaya leluhur. Selain menjadi pengiring wayang dakwah, anak-anak juga mendapatkan ilmu agama dari pagelaran wayang golek Ramadan ini.

Wayang golek Ramadan ini biasanya digelar sejak pukul 16.00 WIB hingga datangnya kumandang azan maghrib. Cerita yang disuguhkan dalam wayang golek dakwah ini yaitu cerita tentang Islami seperti kisah-kisah nabi dan rosul.

Sang dalang sengaja membuat wayang golek berbentuk tokoh islami yaitu bentuk seorang kiai maupun wayang berbentuk seorang ustadz. Dengan penyampaian yang lucu dan bahasa yang jenaka, wayang golek menjadi sarana menimba ilmu agama dan sebagai sarana hiburan.

Selain ilmu pengetahuan agama Islam, sang dalang juga menyelipkan pesan-pesan bijak kepada anak-anak, seperti menghormati guru dan orang tua, hidup bermasyarakat, hingga bahaya petasan.

Dengan menggunakan alat berupa wayang golek, penyampaian pesan ilmu agama menjadi semakin mudah dipahami terutama oleh anak-anak. Dakwah yang dilakukan oleh dalang wayang golek ini akan terus digelar dengan mengundang anak-anak di Desa Selakambang secara bergiliran.

Sang dalang berharap, dengan menggelar wayang golek dakwah ini bisa memberikan hiburan selama Ramadan sekaligus bisa memberikan ilmu pengetahuan ilmu agama kepada anak-anak.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini