Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Landasan untuk Menghadapi Masuknya Pengaruh Globalisasi Dunia Sekarang Ini, Apa Itu?

Alyssa Nazira , Jurnalis-Jum'at, 01 April 2022 |07:00 WIB
Landasan untuk Menghadapi Masuknya Pengaruh Globalisasi Dunia Sekarang Ini, Apa Itu?
Landasan untuk menghadapi masuknya pengaruh globalisasi dunia sekarang ini. (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Landasan untuk menghadapi masuknya pengaruh globalisasi dunia sekarang ini harus terus dipersiapkan. Masuknya arus globalisasi ke Indonesia saat ini dapat berdampak ke berbagai bidang yang ada.

Globalisasi sendiri merupakan suatu proses integrasi internasional yang terjadi karena adanya pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Adanya kemajuan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi, merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin mendorong saling ketergantungan (interdependensi) aktivitas ekonomi dan budaya.

Globalisasi yang terjadi itu mengubah dunia menjadi satu kesatuan yang terwujud dalam bentuk keterkaitan antar bangsa dan antar manusia, yang dapat melalui berbagai macam kontak seperti perdagangan, komunikasi, pendidikan, investasi dan budaya.

BACA JUGA:Manfaat Globalisasi bagi Petani Indonesia, Yuk Disimak!

Adanya era globalisasi tidak selalu hanya memberikan dampak poditif saja, ada juga dampak negatif dari era globalisasi saat ini. Indonesia yang tentunya merasakan era globalisasi yang terjadi, tentunya ikut merasakan kedua dampak tersebut.

Anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono, M.E., menjelaskan mengenai tantangan yang dihadapi saat ini. Tantangan pertama ialah banyak terdapat ideologi alternatif melalui media informasi yang mudah dijangkau oleh seluruh anak bangsa seperti radikalisme, ekstremisme dan konsumerisme. Hal tersebut juga membuat masyarakat mengalami penurunan intensitas pembelajaran Pancasila dan juga kurangnya efektivitas serta daya tarik pembelajaran Pancasila.

Kemudian tantangan selanjutnya adalah eksklusivisme sosial yang terkait dengan derasnya arus globalisasi yang mengarah kepada menguatnya kecenderungan politisasi identitas, gejala polarisasi dan fragmentasi sosial yang berbasis SARA. Bonus demografi yang akan segera dinikmati Bangsa Indonesia juga menjadi tantangan tersendiri untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda di tengah arus globalisasi.

Untuk itu perlu dilakukan revitalisasi Pancasila. Revitalisasi Pancasila sendiri merupakan upaya menghidupkan atau penggalian kembali norma-norma falsafah Pancasila untuk menjadikan spirit dan landasan bagi terbentuknya bimbingan moral serta menjadi landasan bagi norma hukum di Indonesia.

Dalam menghadapi dampak dan pengaruh globalisasi tersebut, terdapat suatu landasan yang dapat digunakan masyarakat. Pancasila merupakan landasan yang dapat digunakan dalam menghadapi masuknya pengaruh globalisasi dunia saat ini ke Indonesia.

Pancasila dibentuk berdasarkan sebuah perjanjian luhur yang berlandaskan suatu hasil musyawarah para pendiri bangsa dan negara Indonesia pada sidang BPUPKI, yaitu pada 29 Mei – 1 Juni 1945 dan 10 - 16 Juni 1945. Pancasila sendiri merupakan ideologi bangsa Indonesia dan dasar negara.

Sila-sila yang terdapat dalam Pancasila dapat digunakan sebagai landasan dalam menghadapi masuknya pengaruh globalisasi ke Indonesia. Misalnya pada sila pertama yang bebrunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Dengan beriman, bertakwa kepada Tuhan, dan selalu berpegang teguh pada agama, niscaya semua pengaruh dan dampak negatif dari globalisasi tidak mudah masuk ke dalam diri kita maupun bangsa Indonesia.

(Widi Agustian)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement