Share

BMKG Gandeng BRIN Kembangkan Pemodelan Tsunami Merah Putih, Mampu Prediksi Lebih Akurat

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 10 Maret 2022 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 10 65 2559344 bmkg-gandeng-brin-kembangkan-pemodelan-tsunami-merah-putih-mampu-prediksi-lebih-akurat-tS4D4iwiYR.jpg ilustrasi: bmkg

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi mengembangkan pemodelan tsunami yang diberi nama “Pemodelan Tsunami Merah Putih”.

(Baca juga: Selamat! 4 Srikandi Peneliti BRIN Dikukuhkan sebagai Profesor Riset)

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyebut pemodelan tsunami yang akan dikembangkan ini nantinya tidak hanya menyajikan prediksi estimasi waktu tiba gelombang, ketinggian, dan run up tsunami.

Lebih dari itu, Dwikorita mengatakan pemodelan tersebut mencakup inundasi atau jarak horizontal terjauh yang dijangkau oleh gelombang tsunami dari garis pantai. Pemodelan inundasi tsunami ini, kata dia, digunakan untuk memperkirakan dampak tsunami terburuk.

(Baca juga: Peristiwa 17 Februari: Tsunami Ambon Tewaskan Lebih dari 2 Ribu Orang)

“Poinnya, data prediksi yang disajikan nantinya jauh lebih tajam. Pemodelan inundasi ini juga bisa digunakan lebih jauh untuk memprediksi dampak serta kerugian material dan non material yang terjadi jika tsunami melanda. Misal, ada berapa desa yang tersapu tsunami, infrastruktur apa saja yang ada di zona tersebut, penduduk, dan lain sebagainya,” papar Dwikorita dikutip dari keterangan resminya, Kamis (9/3/2022).

Dwikorita mengatakan, seluruh data yang dikeluarkan nantinya juga memiliki tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi. Dengan begitu, nantinya upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah dapat lebih komprehensif dalam menekan risiko dan kerugian yang mungkin ditimbulkan.

Pemodelan Tsunami Merah Putih, kata Dwikorita, juga akan melibatkan banyak pakar, di antaranya Ketua Ikatan Ahli Tsunami Indonesia, Gegar Prasetya, serta beberapa peneliti dari ITB dan UGM. Kegiatan Pengembangan Pemodelan Tsunami Merah Putih ini juga dikawal oleh Asisten Deputi Bidang Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air (Asdep IDPSDA) Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Rahman Hidayat.

Sementara itu Deputi Geofisika BMKG Suko Prayitno, menambahkan bahwa sejak tahun 2008 BMKG telah mengembangkan sebanyak 20.000 pemodelan tsunami. Sebanyak 5.000 pemodelan merupakan hibah bantuan dari Jerman tetapi hanya mencakup wilayah barat Pulau Sumatera dan selatan Pulau Jawa. Sementara 15.000 pemodelan sisanya merupakan pemodelan yang dibuat oleh BMKG.

“Kami berharap jumlah pemodelan merah putih yang dikembangkan bersama BRIN nantinya jauh lebih banyak dengan berbagai parameter dan kemungkinan. Mulai dari magnitudo, hiposentrum, sumber gempa, penyebab gempa, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Senada, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Prayitno menegaskan jika BMKG siap bekerjasama dan berkolaborasi dengan BRIN, termasuk dalam hal riset tsunami. “Tentunya ini akan sangat bermanfaat untuk memperkuat sistem peringatan dini tsunami atau Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) yang selama ini dimiliki BMKG. Semoga dalam tempo 1-2 tahun kolaborasi ini bisa terealisasi,” tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini