Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penerimaan Maba Terimbas Kebijakaan, Kemendikbudristek: Kita Sesuaikan

Bachtiar Rojab , Jurnalis-Minggu, 20 Februari 2022 |18:01 WIB
Penerimaan Maba Terimbas Kebijakaan, Kemendikbudristek: Kita Sesuaikan
ilustrasi: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ( Mendikbudristek ) Nadiem Makarim mengatakan, Kurikulum Merdeka atau sebelumnya disebut Kurikulum Prototipe akan memberikan otonomi dan kemerdekaan bagi siswa dan sekolah.

(Baca juga: Kurikulum Merdeka, Cara Nadiem Susul Ketinggalan Pembelajaran saat Pandemi)

Hal ini berdampak di setiap sekolah SMA tidak akan ada lagi jurusan atau peminatan seperti IPA, IPS, atau Bahasa. Siswa bisa bebas memlih mata pelajaran yang diminatinya di dua tahun terakhir saat SMA. Namun, hal tersebut berdampak pada penerimaan mahasiswa baru.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dikti Ristek), Kemendikbudristek Nizam mengatakan, Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) akan disesuaikan agar tidak ada siswa yang dirugikan.

PMB ke depan masih sama dengan sekarang, tapi ujiannya disesuaikan sehingga tidak merugikan siswa dari kurikulum manapun yang dipakai," ujar Nizan saat dihubungi MPI, Minggu (20/2/2022).

Saat ini kata dia, Lembaga Test Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) dan pihak Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sedang berkolaborasi dalam menentukan rancangan model ujian bagi PMB.

"Saat ini tim LTMPT dan Majelis Rektor PTN sedang merancang model ujiannya,"tutup Nizam.

Sebelumnya, Pemerintah saat ini memghapus penjurusan IPA, IPS dan Bahasa di Sekolah Menengah Atas (SMA) serta memberikan keleluasaan terhadap sekolah untuk memilih kurikulumnya sendiri.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement