"Kami melakukan penelitian bagaimana supaya limbah cair yang dihasilkan industri tekstil bisa terurai dengan sendirinya. Sampel limbah cair dari industri tekstil kami tambahkan bakteri 'pseudomonas aeruginosa' sebagai pengurai," kata mahasiswa Program Studi Agroteknologi itu.
Dia mengatakan, bakteri pseudomonas aeruginosa dapat menguraikan air yang telah terkontaminasi dengan pewarna kain, sehingga setelah air limbah tekstil terurai dari pewarna kain dan racun, limbah tersebut dapat dilepaskan ke lingkungan dengan aman.
"Dalam penelitian kami, menunjukkan limbah tekstil cair yang diberi tambahan pseudomonas aeruginosa warnanya perlahan memudar. Butuh waktu sekitar satu bulan hingga airnya menjadi bersih yang menandakan semua warna dan racun sudah terurai," katanya.