TANGERANG SELATAN – Pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Tangerang Selatan (Tengsel) dihentikan mulai Senin (7/2/2022). Seluruh siswa kembali menajalani pembelajarang via daring selama dua pekan mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Deden Deni, mengatakan bahwa PTM di sekolah terpaksa dhentikan guna menghentikan penyebaran Covid-19 yang kembali melonjak drastis. Langkah ini diambil setelah lebih dari 835 siswa di beberapa sekolah di Kota Tangsel terpapar Covid dan 16 sekolah terpaksa ditutup sementara.
BACA JUGA: Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Tangsel Hentikan PTM
"Jadi itu dari dasar kajian epidemiologi dinas kesehatan, akhirnya memang harus kita hentikan sementara dan belajarnya dari rumah kembali," kata Deden.
Meski pembelajaran telah kembali beralih menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ), Deden mengingatkan agar para orang tua mewaspadai aktivitas anak-anaknya di lingkungan rumah. Karena seluruh siswa yang dinyatakan positif Covid di sekolah umumnya terpapar dari klaster keluarga.
"Semuanya itu dari klaster keluarga. Jadi saya juga mengingatkan agar orang tua mewaspadai betul bagaimana aktivitas anak-anaknya di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Apalagi Omicron kita ketahui penyebarannya begitu cepat," ucapnya.
Deden belum bisa memastikan, apakah pembelajaran daring selama dua pekan ke depan tak diperpanjang. Kata dia, semua itu tergantung dari hasil evaluasi bersama yang akan terus dilakukan.
"Kita evaluasi terus, jadi nanti menunggu kondisinya apa turun atau naik," tandasnya.
(Rahman Asmardika)