Share

Sukses Berkarier di Boeing, Ini Kisah Perjuangan Alumnus FISIP UNS

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Kamis 27 Januari 2022 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 65 2538539 sukses-berkarier-di-boeing-ini-kisah-perjuangan-alumnus-fisip-uns-M6eZ9insJa.jpg Alumnus FISIP UNS Veronica W.R. Andrews (Foto: Tangkapan layar laman UNS)

JAKARTA - Rasanya senang dan bahagia jika kita kuliah dan kemudian berkarier dengan baik serta memiliki masa depan yang cerah. Salah satu alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Veronika W.R Andrews menceritakan kisah hidupnya dalam menapaki karier profesional. Wanita asal Solo itu kini sukses berkarier di Boeing.

Pada kuliah tamu Success in The West: The Journey, The Struggles, The Failures, The Victories, sebagai lulusan ilmu sosial, Veronika mengaku tidak pernah terbersit sekalipun di benaknya berkarier di perusahaan penerbangan terbesar di dunia. Namun, jalan hidupnya yang penuh lika-liku mengantarkan Veronika di posisi saat ini sebagai Project Manager di Boeing Commercial Airplanes.

Veronika memulai karier di industri perhotelan di Bandung. Selepas merampungkan studi di FISIP UNS pada 1989, Vero, sapaan akrabnya, langsung merantau ke Bandung. Vero dipercaya menjadi manajer di salah satu hotel internasional di Bandung.

Baca juga: Perkuat Kualitas Keilmuan di Kampus, FISIP UNS Optimalkan Jejaring Alumni

Hotel tempat bekerja Vero saat itu banyak memiliki tamu ekspatriat. Vero yang kala itu pintar berbahasa Inggris kemudian dipercaya sejumlah tamunya untuk mengajar anak-anak mereka. Hal ini membuat Vero senang karena dia dapat uang tambahan untuk membiayai keluarganya di Surakarta, Jawa Tengah.

Baca juga: Mahasiswa UNS Kembangkan Buku Edukasi Covid-19 untuk Anak Berbasis AR

Hidup Vero cukup berubah saat dirinya menikah dengan suami yang berkebangsaan Amerika Serikat. Pertama pindah ke Amerika, Vero merasakan culture shock . Selain kebudayaan yang sangat berbeda dengan Indonesia, Vero juga merasakan kesenjangan dalam hal bahasa.

“Saat pindah ke Amerika, bahasa Inggris saya tidak cukup ternyata. Orang di sana bicaranya sangat cepat sehingga saya tidak mengerti. Kemudian saya memutuskan harus mulai belajar bahasa Inggris lagi supaya dapat menyesuaikan atau beradaptasi di sana,” katanya melansir laman resmi UNS di uns.ac.id, Rabu (26/1/2022).

Setelah dapat menyesuaikan diri perihal bahasa, Vero mencari-cari pekerjaan di Amerika. Selagi suaminya bekerja di Boeing, Vero sempat menjalankan berbagai pekerjaan sekaligus saat awal.

Perempuan kelahiran Surakarta ini sempat menjalani profesi sebagai computer lab assistant, pembersih rumah orang kaya, hingga menjadi pengajar anak-anak di malam hari. Vero juga pernah menjadi travel agent dan asisten dokter gigi.

Sebagai orang Asia, Vero mengatakan, saat itu tidak mudah mendapatkan pekerjaan di AS. Posisi Vero di sejumlah pekerjaan sangat rentan untuk dipecat meskipun pekerjaan yang ia lakukan baik. Hal inilah yang membuat Vero sangat memperhatikan isu inklusivitas dan keragaman di tempat kerjanya saat ini.

Veronika mengawali kariernya di Boeing pada tahun 2007. Waktu itu Vero diterima sebagai Data Management Specialist Boeing dengan sistem kontrak selama tiga bulan.

“Pertama kali masuk ke Kantor Boeing saya sangat senang dan bangga karena saya yang berasal dari kota kecil Solo dapat diterima di perusahaan internasional sebesar Boeing. Saat itu saya langsung kabari keluarga saya di Solo,” ujarnya.

Vero menyelesaikan kontrak awal itu dengan baik. Dia lalu mencari lowongan di sejumlah tim di Boeing untuk dapat menjadi pegawai tetap. Gayung pun bersambut, Vero dinyatakan lulus seleksi sebagai pegawai tetap di Boeing di dua tim. Namun, Vero memutuskan untuk mengambil lowongan sebagai Integrated Schedules Specialist di tim 747/767 Boeing pada 2008.

Kinerja Vero yang bagus membuat karier Vero melejit hingga kini menjadi Project Manager. Selain menjadi Project Manager, perempuan yang hobi pelesir ini juga merupakan President of Boeing Asian Pacific Association (BAPA) dan Vice President of Boeing Indonesian Association (BIA).

Vero yang menyelesaikan studi masternya di University of Phoenix itu juga mendapat berbagai penghargaan karena telah mengangkat isu keberagaman dan inklusivitas di Boeing. Vero mendapat penghargaan Boeing Global Diversity and Inclusion Award 2018 serta Society of Asian Science and Engineers (SASE) Advocate Awards 2019.

Di tengah-tengah kesibukannya menjalankan pekerjaan, Vero masih menyempatkan diri untuk melakukan hobinya memotret. Karya-karya fotografi penyintas kanker pankreas ini juga meraih berbagai penghargaan dari laman foto Flickr dan Pixabay.

Pada akhir sesi, Vero mengajak para peserta supaya tidak takut untuk bermimpi. Vero mengajak peserta menggantungkan mimpi setinggi langit.

“Kata-kata favorit saya dari Soekarno-Hatta yang mengatakan bahwa bermimpilah setinggi langit agar nanti jika jatuh, kita jatuh di antara bintang-bintang. Jadi, jangan takut untuk bermimpi,” pungkas Vero.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini