Share

PTM di KBB Dipertimbangkan Disetop Jika Kasus Covid-19 Terus Naik

Adi Haryanto, Koran SI · Kamis 20 Januari 2022 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 20 624 2535223 ptm-di-kbb-dipertimbangkan-disetop-jika-kasus-covid-19-terus-naik-opk1FpOrh9.jpg ilustrasi.

BANDUNG BARAT - Kasus Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali muncul dari sebelumnya sempat nol kasus. Hal ini menjadi kekhawatiran mengingat diprediksi akan terjadi puncak Covid-19 varian Omicron di Februari atau Maret.

Menyikapi hal tersebut Plt Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan mengimbau kepada masyarakat agar jangan kendor dalam menerapkan protokol kesehatan. Apalagi berbagai aktivitas di masyarakat termasuk sekolah saat ini sudah mulai berjalan normal.

"Ini jadi peringatan dan perhatian tidak hanya bagi pemerintah, tapi semua masyarakat KBB. Walaupun kasus Omicron belum ada tapi, kasus Covid-19 sudah muncul lagi dengan penambahan tiga," terangnya, Kamis (20/1/2022).

Menurutnya meski menular dengan sangat cepat namun gejala pasien Omicron tergolong lebih ringan. Sebab tingkat perawatan untuk pasien dengan gejala sedang maupun berat yang membutuhkan perawatan presentasenya jauh lebih rendah dibandingkan varian Delta.

Dia pun menyatakan, apabila terjadi kasus Omicron di KBB, maka Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen juga kemungkinan bakal dihentikan sementara. Tapi itu juga melihat kondisi di lapangan nantinya seperti apa.

Ini dikarenakan mengacu kepada SKB 4 Menteri tanggal 21 Desember 2021, satuan pendidikan yang berada di wilayah dengan kategori PPKM level 1 dan 2 dapat menggelar PTM dengan jumlah peserta didik 100% dan lama waktu jam mengajar 6 jam.

"Ya pembelajaran bisa dikembalikan ke online, bila memang terjadi kasus Omicron. Tapi saat ini kebijakan itu belum diberlakukan," sambungnya.

Upaya yang dilakukan untuk mencegah penyebaran, lanjut Hengki, salah satunya dengan mempercepat booster. Diberikan untuk masyarakat berusia 18 tahun ke atas dan telah menerima vaksin dosis kedua dalam jangka waktu minimal 6 bulan.

"Booster diberikan secara gratis pada masyarakat yang sudah mempunyai aplikasi PeduliLindungi. Untuk stok persediaan vaksinnya saat ini sekitar 70 ribu dosis," sebutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini