Share

Mahasiswa Ubaya Bikin Permen Jelly dari Limbah Tempe

Yudha Prawira, iNews · Kamis 23 Desember 2021 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 23 65 2521389 mahasiswa-ubaya-bikin-permen-jelly-dari-limbah-tempe-CfEgLcWXId.jpg Mahasiswa Ubaya bikin permen jelly dari limbah tempe (Foto: Yudha Prawira)

SURABAYA  - Guru besar dan mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) berhasil membuat permen jelly antioksidan dengan memanfaatkan limbah tempe dan mikroalga spirulina. Permen ini diklaim mampu menangkal radikal bebas dan menjaga imun tubuh.

Permen jelly ini bukanlah permen jelly biasa. Permen jelly ini terbuat dari limbah tempe dan mikroalga spirulina. Inovasi permen yang diklaim mampu menangkal radikal bebas ini merupakan hasil penelitian guru besar dan mahasiswa dari program studi teknik kimia fakultas teknik Ubaya. Limbah tempe dimanfaatkan sebagai media untuk menumbuhkan spirulina.

 Baca juga: Mahasiswa Ubaya Olah Buah Jamblang Jadi Suplemen Penambah Imun Tubuh

Spirulina adalah mikroalga berwarna hijau yang memiliki kandungan protein dan antioksigen tinggi, sehingga baik bagi kesehatan tubuh. Limbah tempe dipilih karena hasil penelitian menunjukkan spirulina mampu berkembang biak dengan baik melalui limbah tempe yang memiliki kandungan protein jika dibandingkan tanpa menggunakan limbah tempe. Butuh sekitar lima hingga tujuh hari untuk mengembangbiakkan spirulina hingga siap dipanen.

 Baca juga: Tim UNS Sulap Jamu Kunyit Asem Jadi Permen Jelly

Setelah dipanen, proses selanjutnya yakni pembuatan spirulina menjadi permen jelly. Langkah pertama larutkan bubuk gelatin ke dalam 350 mili liter air dingin kemudian aduk hingga larut. Selanjutnya campur gula pasir, fruktosa, asam sitrat dan gelatin. Aduk terus hingga mendidih lalu diamkan sekitar 10 menit. Kemudian tambahkan spirulina, perisa leci dan pewarna.

Lalu aduk hingga rata, tuangkan larutan ke dalam cetakan lalu masukkan ke dalam lemari pendingin selama sekitar dua jam. Permen jelly dari spirulina dan limbah tempe ini dapat dikonsumsi maksimal satu minggu. Kedepannya, pihak universitas akan terus mengembangkan permen jelly ini hingga dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini