Share

Kronologi Pelecehan Seksual Mahasiswi Universitas Udayana

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 17 Desember 2021 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 17 65 2518727 kronologi-pelecehan-seksual-mahasiswi-universitas-udayana-Z3s7AflZou.jpg Kronologi pelecehan seksual mahasiswi unund (Ilustrasi: Freepik)

DENPASAR – Kasus pelecehan seksual di lingkungan kampus kembali terjadi Seorang mahasiswi Universitas Udayana (Unud) Bali menjadi korban temannya satu kampus, berinisial IKA.

(Baca juga: Mahasiswi Unud Bali Dilecehkan Teman Satu Kampus, Diraba saat Boncengan)

Ketua BEM Unud, Muhammad Novriansyah membeberkan kronologi kejadian tersebut. Saat ini korban mengalami trauma.

Korban takut bertemu banyak orang. Saat ini sedang dilakukan pendampingan untuk pemulihan psikologis," kata Ketua BEM Unud, Muhammad Novriansyah.

Novriansyah mengungkapkan, peristiwa itu terjadi Sabtu, 11 Desember 2021. Kejadian bermula saat ada acara kampus di sebuah gedung dekat Lapangan Lumintang, Denpasar. Keduanya kemudian berangkat bersama ke tempat acara.

(Baca juga: Rektor Unud Tantang LBH Buka-bukaan Data 42 Mahasiswi Jadi Korban Pelecehan Seksual)

Setelah acara, korban kemudian minta untuk diantarkan pulang. Namun pelaku mengulur waktu karena masih menyelesaikan suatu pekerjaan di acara tersebut. Menjelang dini hari, pelaku baru tiba di parkiran dan mengeluh kelelahan. Pelaku mengajak korban untuk istirahat sejenak di rumahnya, namun korban menolak.

Korban lantas menawarkan diri untuk memboncengnya. Kemudian keduanya pulang dengan satu motor yang sama. Di tengah perjalanan, pelaku mulai melakukan pelecehan. Ia meraba dan memegang bagian-bagian vital korban dari belakang. Korban ketakutan dan memacu motornya dengan kecepatan tinggi. Bahkan sempat berpikir menabrakkan diri ke trotoar.

"Hendak menabrakkan diri karena takut. Tapi diurungkan karena mikir ke depannya bagaimana," ujarnya.

Aksi itu dilakukan berulang-ulang ketika jalanan sepi. Namun ketika jalanan ramai, pelaku yang juga mahasiswa Fakultas Pertanian angkatan tahun 2020 menjauh, tetapi saat sepi pelaku menggerakkan tangannya lagi.

Terkait kasus ini, korban meminta pelaku dihukum secara akademik dan dikeluarkan tak hormat dari BEM Fakultas dan Gerakan Udayana Mengajar. Terkait pelaporan ke polisi, BEM Unud masih menunggu kesediaan korban. "Kami masih nanya korban dulu apakah mau ke polisi," tutup dia.

(fmi)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini