CIREBON - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama melaunching Program Pendidikan Pembelajaran Jarak jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam yang menandai transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI) secara daring dan luring oleh Menteri Agama, Yaqut Cholil Qumas di Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
(Baca juga: Hilman Latief: Pernyataan Gus Yaqut soal Kemenag Hadiah untuk NU Tak Usah Diperpanjang)
Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas mengatakan peluncuran PJJ PAI di IAIN Syekh Nurjati Cirebon adalah transformasi menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI) Hal ini merupakan upaya pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia yang terkendala mendapat akses pendidikan khususnya para guru madrasah karena keterbatasan akses jarak dan biaya.
“Saya masih melihat saudara-saudara kita guru-guru madrasah masih sulit mengejar kesejahteraanya, masih belum bisa mengejar sertifikasi mengejar kesejahteraanya. mengapa kesulitan, saya kira ada dua hal utama menjadi penyebabnya,”ujarnya.
“Pertama ketiadaan biaya untuk melanjutkan jenjang pendidikan ke perguruan tinggi dan kedua, biasanya madrasah berada jauh dari perguruan tinggi sehingga sulit harus meninggalkan madrasahnya,”sambung pria yang akrab disapa Gus Yaqut ini.
Menurutnya, dengan Pendidikan berbasis siber ini , pihaknya menghadirkan keterjangkauan, maka akan keterlaluan kalau UISSI nantinya nantinya memberikan biaya tinggi.”Namun demikian pak dirjend (Dirjen Pendis Kemenag-red) sudah inisiatif yang kuliah di UISSI ini gratis,” jelasnya.
Dia melanjutkan, transformasi Pendidikan berbasis teknologi informasi atau digitalisasi merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama dimasa kepemimpinannya. Oleh karena itu dia berharap UISSI Cirebon nantinya dapat menjadi rujukan dan terdepan dalam penyelengaraan Pendidikan tinggi islam berbasis digital tidak hanya di Indonesia tapi juga dunia, untuk itu pihaknya dalam hal ini Kemenag akan terus mendorong percepatan dalam menambah fakultas sehingga benar-benar layak menjadi universitas.
“Saya berharap UISSI benar-benar menjadi universitas prinsipil dalam menjalankan aktivitas siber-nya. Coba dirancang fakultas, jurusan, program studi dan kegiatan UISSI yang kompatibel dengan perkembangan zaman kedepan,” tegasnya.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani mengatakan bahwa hasil pemetaan Pendis Kemenag, saat ini masih ada sekitar 40 ribuan guru madrasah yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan S1. Hal tersebut yang kemudian menjadi perhatian Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta jajarannya memenuhi kualifikasi dan kompetensi guru melalui pemenuhan kualifikasi Pendidikan S1.
“Tujuan utamanya memenuhi janji konstitusi kita mencerdaskan anak bangsa melalui proses Pendidikan yang berkualitas yang cirinya adalah kualifikasi, kompetensi dan kesejahteraan pendidik,” pungkasnya.