Share

Tim Mahasiswa Unair Menangkan Gold Medal, Rancang Aplikasi untuk Penanganan Stunting

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Selasa 30 November 2021 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 65 2509551 tim-mahasiswa-unair-menangkan-gold-medal-rancang-aplikasi-untuk-penanganan-stunting-vNwlgExstu.jpg Universitas Airlangga (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) memenangkan penghargaan yang berkompetisi di bidang kesehatan, terutama kesehatan anak. Unair berhasil emraih gold medal Food Technology Category dengan esai berjudul SAFOTECH: Complementary Application for Child Diet and Nutrition Intake to Prevent Stunting Toward Indonesian Achieving SDGs 2030 di Global Competition for Life Sciences (GloCoLiS). Esai itu memuat inovasi berupa aplikasi untuk mencegah stunting pada anak.

Salah satu anggota tim, Maulana Hanif Ibrahim mengatakan inovasi itu dicetuskan dengan dasar masih tingginya angka stunting di Indonesia. Bersumber data Kemenkes, dalam esai tersebut dijelaskan bahwa Indonesia merupakan negara tertinggi ketiga di regional Asia Tenggara.

“SAFOTECH ini rencananya sebuah aplikasi yang berguna untuk membantu penanganan stunting di indonesia,” ujar Hanif, dilansir dari laman resmi Unair di unair.ac.id, (30/11/2021).

Baca juga:  Mahasiswa Unair Buat Aplikasi Cleriol, Kendalikan Krisis Iklim

Lebih lanjut Hanif menjelaskan, aplikasi itu memuat grafik pengukuran tumbuh kembang anak, mengukur perkembangan ibu selama kehamilan, dan roadmap tumbuh kembang anak.

Rancangan inovasi itu diketuai Winda Aenah (Fakultas Kedokteran) dengan empat anggota lainnya, yaitu Maulana Hanif Ibrahim (Fakultas Kedokteran), Zida Sinata Milati (Fakultas Kesehatan Masyarakat), Siti Nur Lailatul Mutmainnah (Fakultas Kedokteran Hewan), dan Ilham Ahmad Kami (Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin).

Baca juga:  Ingin Raih Magang dan Beasiswa IISMA dari Mahasiswa Fisip UNAIR, Ini Tipsnya

Meski dalam tahap rancangan namun desainnya sudah matang untuk dikembangkan. Hanif menegaskan, timnya membuka diri kepada pihak yang tertarik untuk mengembangkan aplikasi ini.

“Karena kita masih belum ada tenaga yang membuat aplikasi jadi kita terbuka kalau misalnya ada partnership dari berbagai kalangan. Sayang jika karya anak bangsa hanya berhenti di tahap gagasan karena belum bisa memberikan dampak nyata kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dengan inovasi ini Hanif beserta timnya berharap gagasan yang dimiliki dapat bermanfaat untuk masyarakat. Selain itu ia berharap inovasi ini dapat dikembangkan dan dikreasikan untuk menyelesaikan permasalahan lain.

Kompetisi yang diselenggarakan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) itu juga diikuti oleh beberapa tim universitas dari luar negeri, seperti Belanda, Mexico, dan Malaysia. Beberapa tahapan dimulai dengan mengumpulkan karya tulis ilmiah, setelah itu para peserta yang lolos mempresentasikan gagasannya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini