Kuliah di Australia, Putri Papua: Kalau Tanpa Dana Otsus Mustahil

Agregasi BBC Indonesia, · Senin 29 November 2021 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 65 2509173 kuliah-di-australia-putri-papua-kalau-tanpa-dana-otsus-mustahil-njeF9m6suQ.jpg foto: istimewa

JAKARTA - Putri asli Papua, Asna Kristina Krebu merasa beruntung menjadi salah satu dari belasan orang pertama yang dikirim ke Australia untuk menempuh kuliah S1 dengan biaya ditanggung pemerintah daerah.

Dia dilahirkan dari pasangan yang berprofesi sebagai pendidik tingkat sekolah dasar di Kampung Dosay, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Papua.

"Kalau tanpa dana otsus, saya tidak akan pernah mendapatkan kesempatan itu karena saya dibesarkan di keluarga yang kedua orang tua saya cuma guru SD," kata dia.

"Jadi peluang untuk bisa studi sampai di luar negeri itu tidak mungkin, mustahil ya, karena mahalnya biaya pendidikan di luar negeri kalau dengan biaya sendiri," imbuh Tina.

Dana otonomi khusus merupakan bantuan hibah pemerintah pusat kepada Pemprov Papua dan Pemprov Papua Barat yang menyandang status otonomi khusus.

Tina menuturkan predikat anak guru menimbulkan beban mental yang memacunya giat belajar waktu kecil.

Baca juga: 1.399 Pelajar Asli Papua Lolos Administrasi Program Beasiswa Otsus 2021

Dana Otsus Papua diamanatka dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua, payung hukum itu direvisi menjadi UU Nomor 35 Tahun 2008 untuk juga mencakup Provinsi Papua Barat.

Dua puluh tahun sejak diberlakukan Otsus Papua, undang-undang tersebut mengalami revisi lagi yang kini menjadi Undang Undang Nomor 2 Tahun 2021. Alokasi anggaran Otsus Papua dan Papua Barat ditetapkan Rp8,5 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022.

Baca juga: RUU Disahkan, Mahfud MD: Dana Otsus Dimaksimalkan untuk Kesejahteraan di Papua

Bidang prioritas dana otonomi khusus adalah menyediakan kebutuhan mendasar pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Belakangan pemerintah pusat juga menggelontorkan alokasi yang bersifat umum, di antaranya untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan orang asli Papua dan penguatan lembaga adat.

Dalam pelaksanaannya di bidang pendidikan, dana hibah khusus itu digunakan antara lain untuk membiayai kuliah putra-putri Papua seperti Tina.

"Jadi ini merupakan kesempatan yang sangat luar biasa ketika saya bisa studi di luar negeri dengan biaya otsus ini," tuturnya.

Baca juga: 2 Dekade, Dana Otsus Papua dan Papua Barat Tembus Rp138 Triliun

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini