UGM Ciptakan Instalasi Seni Teknologi Mikroalga

Antara, · Selasa 23 November 2021 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 22 65 2505774 ugm-ciptakan-instalasi-seni-teknologi-mikroalga-fLoSNKEjgs.jpg Tim UGM ciptakan instalasi seni mikroalga/ Antara

JAKARTA - Tim Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT) Mikroalga Pusat Studi Energi (PSE) Universitas Gadjah Mada (UGM) membuat karya instalasi seni dan teknologi photo-bioreaktor yang diberi nama "Algae TechnoArt".

(Baca juga: Kisah Inspiratif Mahasiswa yang Gagal Masuk Kampus Impian hingga Diterima UGM)

Direktur PUI-PT Mikroalga PSE UGM Prof Arief Budiman di Yogyakarta, mengatakan inovasi rancangan photo-bioreactor tersebut mempunyai nilai seni instalasi serta berfungsi menghasilkan biomassa mikroalga yang berfungsi menyerap CO2 di udara. "Saat ini satu instalasi telah dipasang di salah satu anak perusahaan PT SBI di Jakarta," ujar Arief.

Untuk diketahui, mikroalga merupakan tanaman mikro yang saat ini dikembangkan oleh tim UGM untuk pembuatan biosolar dan bioavtur untuk bahan bakar pesawat.

Di bidang pangan, kata dia, kandungan nutrisinya cukup beragam, mulai dari protein yg tinggi, omega 3, senyawa antikanker dan komponen aktif lain yang bisa dijadikan sebagai super food.

Sementara, di bidang pakan, lanjut Arief, sisa bahan hasil proses untuk energi dan pangan, masih dapat digunakan untuk keperluan pakan ternak.

Rektor ISI Yogyakarta Prof Agus Burhan menambahkan selain bersifat seni kontemporer, Algae TechnoArt yang dikembangkan bersama tim UGM juga mengandung muatan teknologi proses yang dapat menghasilkan beragam produk dengan beragam manfaat.

"Saya kira ini karya pertama di Indonesia yang memadukan seni dan teknologi proses," ujar dia.

Ia menambahkan Algae Techno Art merupakan karya yang unik dan menarik yang mengandung makna untuk memberi semangat perlunya mengatasi isu-isu energi terbarukan, ketahanan pangan, dan global warming.

"Semuanya tersaji dalam balutan seni kontemporer," kata Agus Burhan.

Direktur Manufacturing PT SBI Lilik Unggul Raharja menjelaskan, pihaknya mendukung Paris Agreement dalam mengurangi emisi CO2 di Indonesia. Salah satu langkah nyata adalah dengan pemasangan Algae TechnoArt di salah satu anak perusahaan PT SBI.

Menurutnya, sesuai rencana akan dipasang beberapa instalasi di beberapa lokasi. "Satu instalasi ini dalam hal penyerapan CO2 setara dengan empat pohon akasia yang berumur empat tahun. Tentu saja ini cocok dipasang di tempat yang menjadi sumber emisi CO2," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini