Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bahas Kedaireka, Atdikbud Canberra Jembatani Pertemuan Peneliti Indonesia dan Australia

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 09 November 2021 |18:59 WIB
Bahas Kedaireka, Atdikbud Canberra Jembatani Pertemuan Peneliti Indonesia dan Australia
Atdikbud KBRI Canberra Mukhamad Najib saat acara Strategic Talk "Innovation and Collaboration Through Kedaireka". (Ist)
A
A
A

Chief Scientific Officer dan Managing Director Liptek Pty Ltd Australia, Ines Irene Atmosukarto, mengatakan bahwa dirinya berusaha menghubungkan temuan sains Australia dan Indonesia. Diceritakan Ines, perusahaannya yang bergerak di bidang vaksin berhubungan dengan peneliti di universitas baik peneliti di Australia National University (ANU) maupun di luar ANU.

“Di Australia sendiri, matching fund seperti Kedaireka cukup banyak tersedia, seperti Commercial Ready dan Biotechnology Innovation Fund yang dananya berasal dari pemerintah Australia. Sebagai pihak industri, saya merasakan matching fund dari pemerintah Australia sangat berguna, karena dapat membantu perusahaan-perusahaan di Australia berinovasi,” ucap Ines.

Selain itu, dijelaskan Ines, ada program researcher in industry, yaitu ketika suatu organisasi memiliki masalah yang spesifik, maka ada hibah khusus dari Pemerintah Australia yang mengizinkan organisasi bekerja sama dengan peneliti dari perguruan tinggi untuk menjawab masalah tersebut.

“Kerjasama Lipotek sendiri sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang pengembangan vaksin dengan Indonesia sudah cukup banyak, seperti dengan PT Bio Farma, Eijkman Institute, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Universitas Padjajaran, dan Rumah Sakit Hasan Sadikin. Saat ini kami melakukan co-development bersama Bio Farma untuk mengembangkan vaksin tuberkolosis,” tambah Ines.

Adapun tantangan yang ada saat ini, diakui Ines, adalah mengubah cara pandang investor Australia agar tidak melihat Indonesia hanya sebagai pasar, tapi juga sebagai mitra pengembangan inovasi dan teknologi. “Selain itu, Indonesia sendiri juga harus menyadari bahwa dalam setiap riset selalu ada potensi gagal, sehingga jangan dituntut untuk selalu berhasil,” saran Ines.

Dosen senior pada Swinburne Business School Australia, Eryadi K Masli, menyampaikan pengalamannya bekerja dengan para ilmuwan. “Hibah sangat penting untuk mendapatkan dan meningkatkan kepercayaan perusahaan untuk bekerjasama. Menurut saya, ide Kedaireka sangat fantastis, karena akan membantu banyak peneliti memiliki track record sehingga bisa mendapatkan kepercayaan investor dari industri,” jelas Eryadi.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement