Share

Keren! Mahasiswa UNS Luncurkan Wisata Kreatif Lawu di Tengah Pandemi

Fahmi Firdaus , Okezone · Sabtu 30 Oktober 2021 12:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 30 65 2494132 keren-mahasiswa-uns-luncurkan-wisata-kreatif-lawu-di-tengah-pandemi-cHxj5pmt9J.jpg Mahasiswi UNS luncurkan desa kreatif/ humas uns

KARANGANYAR– Menurunnya kasus harian Covid-19, membuat sektor pariwisata kembali menggeliat.. Sejumlah daerah yang memiliki potensi wisata menarik juga mulai merintis bisnis pariwisata, tak terkecuali Desa Puntukrejo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

(Baca juga: Kepala BNPB Bagikan 5.000 Masker ke Desa Wisata Pamegarsari)

Seperti desa yang terletak di pintu masuk Kecamatan Ngargoyoso yang memiliki sejumlah potensi wisata menarik, salah satunya The Lawu Fresh. Objek wisata ini menyuguhkan keindahan alam kaki Gunung Lawu. Namun, The Lawu Fresh masih belum memiliki diferensiasi dibanding objek wisata lain sehingga objek wisata ini belum maksimal.

Selain itu, Desa Puntukrejo juga sebenarnya memiliki potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang besar. Sayang, potensi tersebut belum dikembangkan secara maksimal akibat kendala dalam proses pemasaran (marketing) dan branding kemasan yang terkesan masih sederhana.

(Baca juga: Dukung Produk Lokal, BEM Fakultas Pertanian UNS Luncurkan Produk UMKM Desa Ngunut)

Hal inilah yang membuat tim mahasiswa dari Fakultas Hukum (FH), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berinisiatif untuk membantu mengembangkan potensi wisata dan UMKM yang ada di Desa Puntukrejo. Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dijalankan oleh sebelas mahasiswa FH UNS yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Studi dan Penelitian (KSP) Principium yakni Muhammad Ainurrasyid Alfikri, Aditya Tri Wijaya, Aldi Rizki Khoiruddin, Alizza Khumaira Assyifa, Hanif Alwan Mumtaz, Ika Putri Wijayanti, Jelita Kristi Agape, Petrus Kanisius Eko Kristanto, Ragil Listyaningrum, Widyasari Rizki Ananda Rahmadewi, dan Yusriel Bachrie.

Selain menjalankan tri dharma perguruan tinggi, program ini termasuk dalam Merdeka Belajar yang dicanangkan Kemdikbudristek. Program tersebut mencoba menerapkan pembelajaran secara merdeka, salah satunya terjun langsung kepada masyarakat. Dengan kegiatan tersebut, proses pembelajaran di kelas dapat direkognisi dengan kegiatan terjun langsung kepada masyarakat.

Kegiatan yang diberi nama Indian’s Lawu dan UMKM Edutour di Desa Puntukrejo itu resmi diluncurkan pada Selasa (27/20) di HIK Lawu, Karanganyar.

Perwakilan kampus yakni Dr. Isharianto, S.H., M.H. selaku Wakil Dekan 3 Bidang Perencanaan, mengaku senang sekali melihat perkembangan desa dan menyatakan pihak kampus mendukung kegiatan-kegiatan tim mahasiswa bersama desa mitra.

"Kami selalu mendukung kegiatan tim PHP2D FH UNS karena kegiatan ini masuk dalam unsur merdeka belajar yang digagas oleh Menteri Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi," ujarnya.

Sebelum ini tim mahasiswa UNS ini telah berproses selama empat bulan dalam bermitra bersama Pemerintah Desa Ngargoyoso, Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Ngargoyoso, kelompok UMKM, kelompok Jeep, dan unsur desa lainnya. Selama proses tersebut, tim mahasiswa UNS berhasil mengadakan pelatihan bisnis dan marketing era digital 4.0 bersama seluruh UMKM di Desa Puntukrejo.

Selain itu, tim mahasiswa yang dibimbing oleh Dr. Muhammad Rustamaji S.H. M.H. dan Rysca Indreswari S.Pt., M.Si. berhasil mengintegrasikan unsur pariwisata dan unsur UMKM Desa Puntukrejo menjadi UMKM Edutour dengan mengandalkan potensi jeep dan juga proses produksi UMKM yang ada di Puntukrejo. Keberhasilan tim ini diawali dengan proses kegiatan yang panjang di antaranya memasifkan komunikasi antarpihak terkait dalam mewujudkan UMKM Edutour. Setelah itu, tim mempromosikan UMKM Edutour tersebut dengan membuat video kreatif yang diunggah melalui berbagai media sosial seperti Youtube, Instagram, dan Tiktok.

Sementara itu, Indian’s Lawu ialah gagasan berupa creative and educative camping di objek wisata The Lawu Fresh, Desa Puntukrejo. Wisata kreatif Indian's Lawu ini diiklankan melalui berbagai media sosial sehingga saat ini telah banyak pengunjung yang datang untuk berswafoto dengan latar rumah Indian yang dilengkapi dengan atribut-atribut Indian seperti topi Indian dan panah Indian. Program wisata-wisata kreatif iniliah yang kemudian diintegrasikan menjadi berbagai macam paket wisata.

Selain peluncuran program, acara ini juga diisi dengan adanya penandatanganan kerja sama antara tim mahasiswa dengan Disporpora Kabupaten Karanganyar serta kerja sama antara Fakultas Hukum UNS dengan Pemerintah Desa Ngargoyoso. Acara juga dilengkapi dengan hiburan musik tek-tek asli Desa Puntukrejo serta tarian Indian yang diperagakan oleh anak-anak dari Desa Puntukrejo. Meski dalam keadaan hujan, seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir terlihat antusias mengikuti acara ini.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini