Share

Dukung Produk Lokal, BEM Fakultas Pertanian UNS Luncurkan Produk UMKM Desa Ngunut

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 29 Oktober 2021 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 29 65 2493788 dukung-produk-lokal-bem-fakultas-pertanian-uns-luncurkan-produk-umkm-desa-ngunut-kpK7aMIZVI.jpg Foto: Istimewa

SEMARANG − Tim PHP2D Agridaya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar peluncuran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Desa Ngunut, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis 28 Oktober 2021.

Bertempat di Balai Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, kegiatan tersebut dihadiri oleh mitra UMKM, perangkat desa, Wakil Dekan Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan FP UNS, Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, Ketenagakerjaan, dan UKM Karanganyar, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kanganyar, serta perwakilan mahasiswa FP UNS.

Kegiatan launching produk UMKM dimaksudkan untuk memperkenalkan produk lokal unggulan Desa Ngunut yang merupakan Desa Binaan BEM FP UNS.

Sebelumnya, Program PHP2D yang dilakukan oleh BEM FP UNS memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2021 sebesar Rp35 juta.

Baca juga: Bengawan UV UNS Sukses Borong Tiga Juara di KKCTBN 2021

Tak hanya dari Kemendikbudristek, program tersebut juga memperoleh pendanaan tambahan dari Dana Desa sebesar Rp10 juta. Seluruh dana tersebut dialokasikan oleh tim PHP2D Agridaya BEM FP UNS untuk mengangkat pemberdayaan UMKM lokal khususnya produk olahan toga di Desa Ngunut, Jumantono, Karanganyar, Tujuanannya, untuk meningkatkan nilai tambah produk toga sehingga dapat bersaing dengan produk lainnya.

Baca juga: Mahasiswa Meninggal saat Diklat, UNS Serahkan Proses Penyidikan ke Kepolisian

Guna meningkatkan nilai tambah produk lokal unggulan Desa Ngunut, Tim PHP2D Agridaya BEM FP UNS tidak hanya menggelar launching produk UMKM tetapi juga membuka Gerai Agridaya di desa tersebut. Kedua kegiatan tersebut disambut baik oleh mitra UMKM.

Salah satu mitra UMKM, Sayemilah mengaku bahwa kegiatan launching produk UMKM memudahkannya menjual produk ke pasar.

“Adanya kegiatan PHP2D ini meningkatkan daya tarik produk jamu instan sehingga lebih mudah terjual di pasar,” ujar Sayemilah.

Kebermanfaatan Program PHP2D BEM FP UNS juga dirasakan oleh Kepala Desa Ngunut, Sutarno. Sutarno menyebutkan bahwa kegiatan tersebut dapat meningkatkan perekonomian warga dan memberdayakan Desa Ngunut.

Meskipun telah memperoleh respon baik dari mitra UMKM dan perangkat desa setempat, Wakil Dekan Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan FP UNS Eka Handayanta mengingatkan agar mahasiswa FP UNS terus memperbanyak mitra desa guna mendukung program Kuliah Kerja Nyata (KKN) membangun desa dari tim Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) UNS. Sebab, Program PHP2D merupakan implementasi MBKM skema Bangun Desa.

Baca juga: Juara 2 NBPC 2021, Mahasiswa UNS Racik Tulang Ikan Bandeng Jadi Permen Jeli

Selama mengikuti Program PHP2D, mahasiswa yang tergabung dalam tim PHP2D Agridaya BEM FP UNS tak hanya memperoleh pembelajaran di luar kelas tetapi juga mendapatkan rekognisi mata kuliah yang relevan, yaitu sebanyak 10 SKS. Mata kuliah yang terekognisi di antaranya KKN, Sosiologi Pedesaan, Penyuluhan dan Komunikasi Peternakan, Pemasaran dan Tata Niaga Peternakan, Sosiologi Pertanian, serta Sistem Informasi Pemasaran dan Manajemen Pemasaran.

Baca juga: Alat EMCO Kreasi Mahasiswa UNS Atasi Gagal Nafas untuk Pasien Covid-19

Camat Jumantono Sugihardjo berharap agar produk UMKM Desa Ngunut tak hanya menjadi produk unggulan desa tetapi juga menjadi produk unggulan Karanganyar.

“Harapannya, produk UMKM Desa Ngunut akan cepat terakselerasi dengan kemasan menarik dan menjadi produk unggulan Karanganyar,” ujar Sugihardjo.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, Ketenagakerjaan, dan UKM Karanganyar Martadi berharap supaya produk lokal Desa Ngunut dapat menjangkau pasar internasional.

“UMKM di Desa Ngunut harapannya dapat bergabung ke komunitas UMKM internasional di Karanganyar yaitu International Council Small Business (ICSB) agar produk terus berkelanjutan di pasar dan mencapai pasar global,” imbuh Martadi.

Guna mempersiapkan produk agar dapat bersaing baik di pasar lokal maupun global, pihak Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Karanganyar yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Agung Tjahjo Nugroho mengingatkan agar produk tersebut dilengkapi dengan izin pemasaran sehingga dapat menjadi pilihan buah tangan bagi turis lokal dan internasional.

Baca juga: Tembus Pasar Dunia, Sri Mulyani Fasilitasi Sertifikasi Halal Gratis bagi UMKM

“Produk lokal Desa Ngunut segera diurus perizinannya supaya segera masuk ke berbagai pusat oleh-oleh di Karanganyar dan Desa Ngunut segera membentuk Kelompok Sadar Wisata supaya dapat segera menjadi Desa Wisata,” ungkap Agung Tjahjo.

Acara Launching Produk UMKM dan Gerai Agridaya diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh pihak FP UNS kepada pihak Desa Ngunut. Selanjutnya, acara pemotongan tumpeng disusul dengan pemotongan pita sebagai simbol peresmian pembukaan Gerai Agridaya. Pemotongan pita dilakukan oleh Drs. Titis Sri Jawoto, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Karanganyar.

Baca juga: Bank Mandiri (BMRI) Salurkan Kredit Rp1.022 Triliun dalam 9 Bulan, Ini Rinciannya

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini