Menurut mereka, tas ini juga ramah lingkungan karena memanfaatkan kain bekas yang terdapat di sekitar lingkungan rumah.
Zaenuri, guru yang membimbing dalam pembuatan tas ultraviolet ini, mengungkapkan perlunya terus mendorong siswa untuk berkresasi dan mengembangkan potensi diri di tengah pembelajaran daring selama pandemi Covid-19.
Menurutnya, sering berkunjung ke rumah siswa untuk memberikan motivasi dan bimbingan agar lebih fokus dalam mengembangkan kreativitas adalah sesuatu yang perlu dilakukan.
Pasca meraih medali emas lomba inovasi dan kewirausahaan, pesanan tas ultraviolet ini terus meningkat karena kedua siswa memasarkan produknya melalui media sosial.
Jika tertarik memiliki tas unik buatan siswa SMA ini cukup merogoh kocek Rp100 ribu hingga Rp150 ribu, tergantung model yang diinginkan.
(Rahman Asmardika)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik