Perguruan Tinggi di Malang Ajukan Kuliah Tatap Muka, Ini Persyaratannya

Avirista Midaada, Okezone · Senin 18 Oktober 2021 16:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 18 65 2488141 perguruan-tinggi-di-malang-ajukan-kuliah-tatap-muka-ini-persyaratannya-KUpMLGJSYq.jpeg UIN Malang. (Foto: Avirista M)

KOTA MALANG - Sejumlah perguruan tinggi di Kota Malang mulai mengajukan izin untuk melakukan perkuliahan tatap muka terbatas. Pengajuan ini disampaikan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Malang seiring dengan mulai menurunnya kasus Covid-19 di Kota Malang, apalagi sekolah tatap muka pun telah berlangsung.

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap sejumlah perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, yang berkirim surat pemberitahuan untuk melakukan kuliah tatap muka terbatas. Beberapa kampus seperti Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Maliki Malang, Universitas Islam Malang (Unisma) dan Universitas Negeri Malang (UM), merupakan kampus yang telah berkirim surat ke pihaknya.

"Masih kita data, nanti akan saya tanyakan surat yang masuk, ada sejumlah perguruan tinggi. Rata-rata sudah izin," ucap Sutiaji, di Balai Kota Malang, pada Senin (18/10/2021).

Menurutnya, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh perguruan tinggi untuk menerapkan kuliah tatap muka. Salah satunya dengan menerapkan aplikasi Pedulilindungi, serta dianjurkan melakukan tes Covid-19 PCR. Selain itu, mewajibkan mahasiswanya harus telah tervaksin bagi mahasiswa luar Kota Malang.

“Syaratnya tetap, pakai Peduli Lindungi. Kalau (mahasiswa) dari luar kota, dianjurkan sudah vaksin, dan mahasiswa luar kota harus pakai PCR," ujarnya.

Baca juga: IPB University Bersiap Kuliah Tatap Muka, Ini 5 Syarat untuk Mahasiswa

Ia menambahkan, sejauh ini, sudah ada beberapa perguruan tinggi yang ada di wilayah Kota Malang menggelar pembelajaran tatap muka. Perkuliahan tersebut dilakukan secara terbatas dan hanya diikuti sejumlah mahasiswa.

"Sudah ada (kampus) yang sudah melakukan (PTM). Tapi dia hanya mendatangkan, tidak tatap muka seluruhnya, hanya sepuluh orang, lainnya dia pakai online. Jadi sifatnya hybrid," jelasnya.

Ia memastikan bahwa keputusan untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di lingkungan perguruan tinggi, bergantung pada kebijakan masing-masing kampus. Salah satu kampus yang belum mengajukan izin adalah Universitas Brawijaya (UB). 

"Untuk UB masih belum. Selain itu, juga sudah ada kampus yang menyodorkan masalah pelaksanaan wisuda, tapi kami tetap berkirim surat ke Kemendagri," tukasnya.

Di Kota Malang, saat ini kasus konfirmasi positif Covid-19 sudah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Meski mengalami penurunan, pemerintah tetap meminta masyarakat untuk bisa mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

Kegiatan belajar mengajar secara terbatas juga telah dilakukan di sekolah-sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA yang ada di wilayah tersebut, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Namun, untuk perkuliahan, masih sebagian kecil yang melaksanakan PTM terbatas.

Tercatat, secara keseluruhan ada sebanyak 15.530 kasus konfirmasi positif Covid-19. Dari total tersebut, sebanyak 14.397 orang dilaporkan telah sembuh, 1.120 orang dinyatakan meninggal dunia, dan sisanya berada dalam perawatan. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini