Di sisi lain, Jokowi ingin universitas tidak membiarkan mahasiswanya larut dalam rutinitas yang monoton. Mantan Wali Kota Solo itu ingin mahasiswa berani mencoba hal-hal baru.
"Dan harus didorong mahasiswa untuk belajar di mana saja dengan siapa saja. Itu menjadi keharusan. Tidak harus dengan para dosen. Porsinya bisa saja diatur 30% atau 50% tetapi itu harus berani kita mulai," jelasnya.
"Taruh mahasiswa di sebuah perusahaan teknologi, tecnology company untuk mereka belajar misalnya apa itu hyperloop, apa itu space act, apa itu advaced robotic. Semua memang harus karena kecepatan perubahan betul-betul sangat cepat sekali," tuturnya.
Baca juga: Stop Ekspor Bahan Mentah! Presiden Jokowi: Kita Jangan Hanya Jadi Tukang Gali Tambang
(Fakhrizal Fakhri )