Hebat! Ini 4 Profesor Termuda di Dunia, Ada yang Berusia 19 Tahun

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Senin 11 Oktober 2021 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 07 65 2482721 hebat-ini-4-profesor-termuda-di-dunia-ada-yang-berusia-19-tahun-aR96clYFNh.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Menjadi seorang tenaga pengajar bukan merupakan hal yang mudah. Selain mampu mengerti betul materi yang akan diajarkan, seseorang juga harus mampu menjelaskan materi tersebut kepada orang lain dengan sederhana agar dapat dipahami dengan baik.

Untuk menjadi seorang professor, dibutuhkan kemampuan akademis yang luar biasa. Namun, ada orang-orang hebat yang mampu mendapatkan gelar professor di usia yang masih sangat muda. Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa di antaranya;


Baca juga: Jadi Wisudawati Terbaik ITS, Ini Tips Jennifer Patricia untuk Raih IPK Tinggi


Baca juga: Jurusan Kuliah Paling Dibutuhkan di Dunia Kerja, Apa Saja?

• Alia Sabur

Alia berhasil dinobatkan sebagai profesor termuda dalam sejarah di Guinness Books of Records saat usianya masih 19 tahun. Setelah 200 tahun, Alia Sabur akhirnya berhasil menyabet gelar itu dari anak didik Newton, Colin Maclauria.

Ia langsung loncat dan duduk di bangku perguruan tinggi setelah kelas empat SD dan mampu lulus dengan predikat summa cum laude. Sekarang, ia mengajar bidang studi matematika di Universitas Konkuk, Seoul, Korea Selatan.

• Erik Demaine

Pria asal Kanada ini sudah memperlihatkan kejeniusannya sejak berusaia 7 tahun. Bersama ayahnya, Ia berpetualang ke Amerika Utara hingga usianya 12 tahun sambil melaksanakan sekolah jarak jauh.

Ia berhasil mendapat gelar sarjana dari Dalhousie University, Kanada, saat usianya baru 14 tahun dan berhasil menjadi profesor termuda di Massachusetts Institure of Technology (MIT) saat berumur 20 tahun.

• Nelson Tansu

Pria kelahiran Medan ini dinobatkan menjadi guru besar di University Bethlehem, Pennsylvania 18015, USA pada usia 26 tahun. Nelson berhasil menyelesaikan S1-nya dalam waktu 2 tahun 9 bulan dan lulus dengan predikat summa cum laude dan menjadi sarjana di bidang Applied Mathematics, Electrical Engineering and Physics (AMEP).

Ia juga memiliki 3 penelitian yang sudah dipatenkan USA, 11 scientific award di tingkat internasional dan 80 karya di jurnal internasional. Hingga sekarang, Ia masih sering diundang sebagai pembicara di seminar berbagai negara.

• Agus Pulung Sasmito

Masih dari Indonesia, pria kelahiran Wonosobo ini memulai jenjang pendidikan strata satu (S1) di Universitas Gajah Mada pada Jurusan Teknik Fisika pada 2001. Setelah menyelesaikan studi pada 2005, Ia melanjutkan jenjang magister hingga doktornya di National University of Singapore (NUS) hingga 2011.

Setelah selesai, Ia melanjutkan langkahnya ke jenjang professorship, pengajar serta peneliti di McGill University pada tahun 2013 pada usia 32 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini