Inovatif! Mahasiswa UB Ciptakan Krim Anti Jerawat dari Kulit Durian

Neneng Zubaidah (Koran Sindo), Koran SI · Selasa 28 September 2021 16:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 65 2477975 inovatif-mahasiswa-ub-ciptakan-krim-anti-jerawat-dari-kulit-durian-DJLSzUPDI1.jpg Krim anti jerawat dari kulit durian inovasi mahasiwa UB (Foto: Tangkapan layar)

JAKARTA - Banyak cara untuk menghilangkan jerawat. Sepertinya kalimat itulah yang menjadi pegangan bagi para mahasiswa ini. Lima mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya (UB) membuat krim anti jerawat yang dikombinasikan dengan bahan dasar limbah kulit buah durian.

Kelima mahasiswa UB tersebut ialah Putri Ayu M, Nur Khasanah, Annindea Erza N, Dzurrotin Qurrota A, dan Dita Rahmaningtyas dibawah bimbingan Zubaidah Ningsih AS, S.Si., M.Phil., Ph.D.

Nur Khasanah menjelaskan, krim anti jerawat berbahan dasar limbah kulit buah durian dinilai lebih efektif dengan daya hambat sebesar 18,1 mm dibandingkan produk di pasaran yang mengandung tree tea oil dengan daya hambat sebesar 15,8 mm.

 (Baca juga: Universitas Brawijaya Terbakar, Kerugian Capai Miliaran Rupiah)

“Selain didukung dengan kemampuan daya hambat yang tinggi, kulit buah durian memiliki senyawa antibakteri seperti flavonoid, saponin, tannin, terpenoid, dan alkaloid,” katanya melansir laman resmi UB di ub.ac.id, Selasa (28/9/2021).

Pengobatan jerawat yang umum dijumpai adalah pengobatan yang diberikan dengan cara dioleskan pada kulit (pengobatan topikal) dan pengobatan yang diberikan dengan cara dikonsumsi seperti obat (pengobatan sistemik).

 Baca juga: 4 Fakta Menarik Aplikasi Peta untuk Disabilitas Netra)

Pengobatan yang diberikan secara oles pada kulit memiliki efektifitas lebih tinggi dibandingkan pengobatan yang diberikan secara oral karena hal tersebut dapat menimbulkan resistensi antibiotik di dalam tubuh. Sehingga untuk mendukung pengobatan secara oles dibuatlah krim anti jerawat melalui sebuah teknologi bernama nanoemulsi.

Teknologi nanoemulsi yang terdiri dari fase minyak dan air dengan ukuran droplet <200 nm serta luas permukaan yang besar ini dapat memberikan efek hidrasi sehingga meningkatkan permeabilitas kulit dalam penetrasi obat dan mengurangi resiko peradangan jerawat. Suatu teknik yang mendukung teknologi nanoemulsi ini adalah teknik mikro fluidisasi.

“Teknik ini dipilih karena dapat bekerja tanpa menaikkan temperature sistem dan ukuran droplet nanoemulsinya dapat dikontrol sehingga dapat dihasilkan krim anti jerawat dengan daya penetrasi yang lebih baik,” ucap Putri Ayu.

Proses pembuatan krim kulit durian pertama tama kulit durian dibersihkan terlebih dahulu dipotong tipis-tipis bagian dalam kulitnya, lalu dilakukan pengovenan pada suhu 60°C selama 2×24 jam kemudian dilakukan penimbangan beratnya dan penghalusan menggunakan blender lalu diayak.

Setelah itu dilakukan ekstraksi secara maserasi kemudian dipisah pelarutnya menggunakan rotary evaporator hingga memperoleh ekstrak kulit buah durian.

“Berdasarkan uji bakteri yang telah dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa melalui teknik mikro fluidisasi dapat mempengaruhi ukuran partikel sehingga diperoleh ukuran partikel yang lebih kecil dan memudahkan nanoemulsi gel masuk ke dalam sel bakteri sehingga didapatkan daya hambat yang lebih lebar. Diharapkan dengan krim anti jerawat ini dapat membantu permasalahan penderita jerawat,” tambah Putri.neneng zubaidah

Caption: Krim anti jerawat dari kulit durian inovasi mahasiswa UB. Foto/tangkapan layar

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini