Kisah Jason Antoni, Pemuda Tionghoa Lulusan S2 Inggris yang Menjadi Perwira TNI AD

Fahmi Firdaus , Okezone · Jum'at 24 September 2021 11:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 24 65 2476207 kisah-jason-antoni-pemuda-tionghoa-lulusan-s2-inggris-yang-menjadi-perwira-tni-ad-zARJJE6gk6.jpg Tangkapan layar media sosial

JAKARTA – Menjadi prajurit TNI, merupakan impian banyak remaja setelah menamatkan pendidikannya di sekolah maupun tingkat universitas. Hal inilah yang dilakukan Jason Antoni Wibowo, pria kelahiran 13 November 1993, memilih untuk mengabdi pada Negara di TNI AD.

(Baca juga: Perwira Cantik Ini Alami Gangguan Mental, Jenderal Andika Bikin Keputusan Mengejutkan)

Letnan Dua (Ckm) Jason menyelesaikan studinya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Internasional. Tak tanggung-tanggung, ia mengambil program kembaran atau double degree diambilnya.

Selepas lulus S-1, Jason langsung mengambil S-2 bergelar Master of Research Newcastle, Inggris dengan konsentrasi Stem Cell pada berbagai bidang prinsip ilmu spesialisasi kedokteran.

Ayah Jason bernama Sugiharto, merupakan keturunan Jawa, sedangkan sang ibu, Elisa Sinaga dari keturunan Jakarta-Tionghoa.

(Baca juga: Sekapuk yang Dulu Kumuh dan Miskin, Kini Disulap Menjadi Desa Miliarder)

"Saya menjalani program S-2 dari program S-1 FKUI Internasional, jadi disitu double degree, selain saya dapat gelar dokter umum dari S-1 Internasional FKUI saya juga menamatkan S-2 Master of Research dari Newscastle University Inggris. Di sana mengambil major stem cell," ujar Jason dalam tayangan video TNI AD dikutip Kamis (23/9/2021).

Karier kedokterannya dimulai ketika dia mendapatkan kesenpatan magang bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes). RSUD SK Lerik Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi tempat pertama pengabdiannya kepada masyarakat sebagai dokter.

Awal ketertarikan di dunia militer, saat dirinya mengadakan bakti sosial di Wini, NTT bersama Yonif 715/Motuliato yang mengamankan daerah perbatasan Indonesia-Timor Leste. Di sana, digelarlah operasi mata katarak gratis.

"Dari situ saya melihat bahwa TNI AD ini memiliki korps kesehatan yang besar, mereka dapat menaungi dokter-dokter dan nakes untuk bisa berkembang, di situ saya tertarik mengapa tidak saya dokter sipil juga bergabung ke TNI AD," terangnya.

Dengan menjadi bagian dari TNI, dirin bisa memperluas pengabdiannya kepada masyarakat. Selain itu, daerah-daerah yang terpencil dan tak terjangkau bisa diraihnya.

Sebelum memutuskan itu, Jason menyebut bahwa dia sempat berkonsultasi dengan beberapa dokter militer yang sebelumnya telah ditemuinya ketika menggelar operasi katarak gratis. Baik suka maupun duka disampaikan oleh para dokter menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh Jason.

Jason sadar, yang disampaikan oleh para dokter memang bukan hal yang manis-manis saja, melainkan ada pula kesulitannya. Tapi Jason tak ambil pusing, bagi dia, hal itu cukup dijadikan pelecut semangatnya, karena kalau sudah berkomitmen apapun dapat dilalui.

"Saya banyak berkonsultasi dengan dokter waktu saya baksos di Wini NTT sana. Lalu kami bertukar pengalaman, dari sana saya mulai tertarik. Ya memang diceritakan ada suka maupun dukanya tapi saya anggap itu semua bagian perjalanan dari karier saya. Kalau kita sudah bertekad, berkomitmen apapun yang kita hadapi pasti bisa kan kita lewati," katanya.

Akhirnya, Jason membulatkan tekad untuk mendaftarkan diri menjadi Perwira Prajurit Karier TNI AD. Setelah betagam macam proses dilaluinya, Jason berangkat ke Akademi Militer Lembah Tidar, Magelang, Jawa Tengah.

Selama tujuh bulan lamanya dia digembleng dengan hal berbau kemiliteran. Selepas mengenyam pendidikan di sana, Jason belajar tentang kecabangan kesehatan di Pusdikkes selama lima bulan.

Saat itu, Jason dikenalkan dan belajar banyak hal tengang militer, mulai dari batalyon kesehatan, peran-peran dokter militer, hingga peran Komandan Pleton kesehatan. Semuanya dia pelajari dari mulai tingkat Batalyon hingga rumah sakit jajaran TNI AD.

"Kami juga belajar juga tentang struktur organisasi, dan lain lain, banyak hal yang dipelajari khususnya di bidang kesehatan militer," ucapnya.

Seluruh proses yang dilaluinya itu cuma bermuara pada satu harapan, yakni pengabdian kepada negara yang disebutnya sebagai Indonesia tercinta. Menurut dia, pengabdian itu mampu tercapai melalui TNI AD.

"Harapan saya tentunya bisa untuk mengabdi kepada negara indonesia tercinta, bisa mengabdi kepada masyarakat untuk pengabdian profesi dokter saya. Dan saya bisa menjangkau masyarakat di Indonesia, dengan TNI saya yakin itu semua bisa," tutup Jason.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini