Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Persilakan PTM di Daerah PPKM Level 3, Jokowi: Dengan Prokes yang Ketat

Fahreza Rizky , Jurnalis-Kamis, 23 September 2021 |16:52 WIB
Persilakan PTM di Daerah PPKM Level 3, Jokowi: Dengan Prokes yang Ketat
Presiden Jokowi (Foto: Biro Setpres)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempersilakan pembelajaran tatap muka (PTM) di daerah yang sudah masuk kategori PPKM Level 3, meski para pelajarnya baru menerima dosis pertama vaksin Covid-19. 

"Kita harapkah setelah divaksin anak-anakku semua baik para pelajar, para santri, bisa melakukan pembelajaran tatap muka kembali," ujar Jokowi saat konferensi video dari SMAN 2 Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (23/9/2021).

"Meskipun baru satu suntikkan nanti dua, tiga atau empat Minggu pada suntikkan kedua, tetapi kalau level kota dan kabupatennya sudah level tiga silakan belajar tatap muka," sambungnya.

Baca juga: Jokowi: Rehabilitasi Mangrove Terus Dilakukan, Tahun Ini 34 Ribu Hektare

Kendati demikian, Jokowi mengingatkan agar pelaksanaan PTM harus dilakukan dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Sehingga dengan demikian penularan virus corona bisa diminimalisir.

"Dengan prokes yang ketat utamanya memakai masker. Itu titipan saya," jelas Kepala Negara.

Baca juga: Tanam Pohon Mangrove di Cilacap, Presiden Jokowi Dapat Kepiting

Jokowi mengungkapkan, hari ini ada sekitar 107 ribu pelajar dan santri di 10 provinsi yang mengikuti vaksinasi massal. Pelaksanaannya dilakukan oleh Badan Intelijen Negara (BIN). Dengan akselerasi ini diharapkan kekebalan komunal atau herd immunity dapat terbentuk.

"Hari ini divaksin 107 ribu pelajar dan santri di 10 provinsi," tuturnya.

Baca juga: Tinjau Vaksinasi Door to Door di Kampung Nelayan, Jokowi: Harus Tetap Prokes

(Fakhrizal Fakhri )

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement