DPR Minta Rektor Awasi Ancaman Radikalisme di Kalangan Mahasiswa

Carlos Roy Fajarta, · Rabu 15 September 2021 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 65 2471770 dpr-minta-rektor-awasi-ancaman-radikalisme-di-kalangan-mahasiswa-6zYhZeo9R1.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda meminta para rektor dan civitas akademika Universitas atau Perguruan Tinggi untuk mengawasi bahaya laten radikalisme di kalangan mahasiswa.

"Ancaman penyebaran paham radikal di kalangan mahasiswa memang ada. Kami berharap warning tersebut benar-benar menjadi atensi para rektor dan civitas akademika di kampusnya masing-masing," ujar Syaiful Huda, Rabu (15/9/2021).

Fenomena tersebut dapat dilihat hasil dari jajak pendapat yang dilakukan oleh beberapa lembaga seperti BNPT, Alvara Research, dan Setara. Selain banyak muncul kasus intoleran dan bernuansa SARA di sejumlah kampus.

"Paham atau pemikiran radikal ini biasanya disebarkan melalui diskusi berbalut dakwah di masjid kampus. Para mahasiswa senior kampus yang sudah terpapar paham radikalis juga jeli dalam memilih calon kader dari kalangan mahasiswa baru," ungkap Syaiful Huda.

Mahasiswa baru yang masih mencari jati diri dengan semangat keberagamaan khususnya pada semester awal perkuliahan menurut Syaiful Huda sangat mudah dipengaruhi.

Kata Syaiful Huda indikasi seorang mahasiswa sudah terpapar paham radikalisme dapat dilihat dari pola pikir, perilaku, hingga gaya hidup.

"Apabila dia mulai mengkafirkan orang yang tidak sepaham, tidak mau mengakui negara, bahkan nekat meninggalkan perkuliahan untuk paham tersebut, bisa jadi telah terpapar pemikiran radikal," kata Syaiful Huda.

Untuk itu ia meminta pihak universitas atau perguruan tinggi agar mengembangkan sistem deteksi dini antar sesama mahasiswa di kampus. Pihak kampus juga dapat bekerja sama dengan ormas Islam moderat untuk menjadi narasumber dakwah agama di lingkungan Kampus.

"Pihak kampus perlu rutin menyosialisasikan tentang bahaya pemikiran radikal dalam harmonisasi kehidupan bangsa," tandas Syaiful Huda.

Sebagaimana diketahui sebelumnya Presiden Joko Widodo meminta tanggung jawab para rektor untuk mengawasi aktifitas mahasiswa baik di dalam kampus dari paham radikalisme atau garis keras pada pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia di Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah pada Senin (13/9/2021) lalu.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini