Mas Menteri Nadiem Pantau PTM di SD Muhammadiyah Jogokariyan

MNC Media, · Selasa 14 September 2021 12:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 65 2471058 mas-menteri-nadiem-pantau-ptm-di-sd-muhammadiyah-jogokariyan-tub4BKlvcc.jpg Foto: MNC Media

YOGYAKARTA - Untuk melihat keberhasilan uji coba pembelajaran tatap muka, Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim bersama Wakil Wali Kota Yogyakarya Heroe Poerwadi bersama Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta memonitoring secara langsung pelaksanakan belajar luring di sekolah.

(Baca juga: Viral! Bule Kanada Ini Nikahi Wanita Indonesia dan Tinggal di Hutan 15 Tahun)

SD Muhammadiyah Jogokariyan, menjadi sekolah percontohan uji coba pembelajaran tatap muka, di Kota Jogja. Berbeda dengan kondisi normal, proses belajar mengajar pada pembelajaran tatap muka (PTM) masa PPKM ini, diatur sesuai dengan prosedur pencegahan penularan Covid-19.

Selain pengaturan jarak bangku antar siswa, dimana satu meja hanya diisi satu siswa, seluruh siswa yang masuk sekolah diwajibkan mencuci tangan dengan sabun, disediakan handsanitizer dan pengecekan suhu tubuh.

Berbeda dengan kondisi normal, pembelajaran tatap muka masa pandemi Covid-19, dilakukan secara bergilir. Hari pertama uji coba ini, 20 siswa mengikuti proses belajar mengajar secara luring dan sisanya daring.

Pelaksanaan PTM masa PPKM, hanya dilakukan dari pukul 7 sampai pukul 9 pagi, selanjutnya para guru melaksanakan pembelajaran daring, bagi siswa yang terjadwal sekolah jarak jauh.

Selain memonitoring pelaksanaan pembelajaran tatap muka, Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta juga mengecek seluruh kesiapan dari sejumlah fasilitas untuk menunjang keberlangsungan pembelajaran tatap muka.

“Siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka, terlebih dulu diwajibkan menerima vaksin. Sehingga proses ini, diharapkan seluruh siswa telah divaksin dengan dosis pertama sampai dosis kedua,” ujar Nadiem di lokasi, Selasa (14/9/2021).

Diharapkan, pemberlakuan uji coba ini dapat berjalan sesuai prokes dan tidak menimbulkan klaster Covid-19 kedepannya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini