Apresiasi Inisiasi Unpad Jadi Hybrid University, Nadiem Makarim: Ciri Tranformasi Perguruan Tinggi

Rahman Asmardika, Okezone · Minggu 12 September 2021 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 12 623 2470073 apresiasi-inisiasi-unpad-jadi-hybrid-university-nadiem-makarim-ciri-tranformasi-perguruan-tinggi-Vt9zVfDSwn.jpg Menteri Pendidikan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim memberikan pidato pada acara puncak Dies Natalis Universitas Padjadjaran ke-64 yang digelar secara virtual 11 September 2021. (Foto: Dadan Triawan/Unpad)

BANDUNG - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nadiem Anwar Makarim mengapresiasi inisiatif Universitas Padjajaran (Unpad) untuk bertransformasi menjadi hybrid university. Menurutnya inisiasi Unpad ini menandakan bahwa perguruan tinggi Indonesia siap untuk bangkit dan melakukan transformasi.

“Transformasi pendidikan tinggi untuk pembelajaran yang lebih bermakna di masa depan memang harus memanfaatkan teknologi,” kata Nadiem dalam pidatonya pada Peringatan Puncak Dies Natalis ke-64 Unpad secara virtual, Sabtu (11/9/2021).

BACA JUGA: Di Usia 64 Tahun, Unpad Siap Bertransformasi Menjadi Hybrid University 

Nadiem Makarim menjelaskan, pandemi Covid-19 memberi banyak perubahan. Salah satu perubahan yang paling besar adalah di sektor pendidikan. Selama 1,5 tahun terakhir, teknologi berperan besar dalam menunjang proses pembelajaran.

Meski demikian, Nadiem Makarim menilai teknologi saat ini membuka peluang lebih besar untuk mentransfer sistem pendidikan Indonesia.

Menurutnya, pada era sebelum pandemi, proses pembelajaran di perguruan tinggi masih banyak yang mengandalkan proses tatap muka, sedangkan teknologi dimanfaatkan secara maksimal.

Padahal, saat ini Indonesia masuk pada era di mana teknologi berperan pada berbagai macam aspek. Untuk itu, integrasi teknologi dengan pendidikan mendorong beragam konten pembelajaran yang dihasilkan dan dimiliki perguruan tinggi seyogianya bisa diakses penuh secara daring.

BACA JUGA: Unpad Masuk Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia Versi THE Asia

Nadiem mengatakan bahwa dengan integrasi teknologi, mahasiswa nantinya bisa mengakses konten pembelajaran dari mana saja. Proses pembelajaran tatap muka di kampus kemudian bisa difokuskan untuk melakukan diskusi atau menjalankan proyek dari konten pembelajaran tersebut.

“Teknologi harus benar-benar mengubah cara mahasiswa belajar, khususnya untuk mengejar ketertinggalan selama pandemi,” kata Nadiem.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini