Profesor Unpad Sebut Tatar Sunda Lewati Fase Prasejarah, Begini Penjelasannya!

Arif Budianto, Koran SI · Jum'at 03 September 2021 07:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 03 65 2465436 profesor-unpad-sebut-tatar-sunda-lewati-fase-prasejarah-begini-penjelasannya-Am15syLMxk.jpg Prasasti Batu Tulis di Bogor, salah satu peninggalan sejarah. (Foto: nrmnews)

BANDUNG - Tatar Sunda disebut memiliki sejarah yang berbeda dengan wilayah lain. Tatar Sunda dinilai memiliki riwayat perjalanan sejarah yang panjang. Tatar Sunda memiliki banyak bukti telah melalui masa prasejarah hingga saat ini.

Guru Besar Departemen Sejarah dan Filologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Reiza D. Dienaputra, M.Hum. menjelaskan, sejarah Tatar Sunda dibagi ke dalam dua babak besar, yaitu masa prasejarah dan masa sejarah. Adanya dua babak besar sejarah ini menjadi keunikan tersendiri dari Tatar Sunda.

“Tidak semua provinsi di Indonesia mengalami dua pembabakan sejarah ini. Tidak semuanya mengalami masa prasejarah,” ungkap Prof. Reiza saat menjadi pembicara pada acara Keurseus Budaya Sunda “Sajarah Sunda, ti Bihari ka Kiwari” yang digelar Pusat Digitalisasi dan Pengembangan Budaya Sunda Unpad secara virtual, sebagaimana dikutip dari laman Unpad, Rabu (1/9).

Baca juga: 5 Fakta Ganjil Genap di Puncak, Dimulai Hari Ini!


Baca juga: 3 Wanita Dalam Pusaran Mahapatih Gajah Mada

Bukti bahwa Tatar Sunda mengalami masa prasejarah terlihat dari beberapa artefak. Tidak hanya di satu wilayah, artefak ditemukan di beberapa wilayah, di antaranya Cianjur, Sukabumi, Kuningan, dan Ciamis. Umumnya, bukti masa prasejarah Sunda yang sudah terungkap sebagian besar merupakan batu-batuan.

Reiza menganalisis, bukti batuan itu mencirikan bahwa tinggalan tersebut berasal dari zaman batu, atau ketika masa Paleolitikum, Mesolitikum, Neolitikum, Megalitikum, hingga zaman perunggu.

“Zaman prasejarah itu dikenal sebagai zaman sebelum mengenal tulisan. Maka yang berupa sejarah itu lebih kepada sumber-sumber benda saja. Umumnya yang kita temukan adalah artefak berbentuk batu,” paparnya.

Prof. Reiza meyakini bahwa masih banyak wilayah di Jawa Barat yang memiliki artefak di masa prasejarah. Beberapa wilayah di kota/kabupaten di Jawa Barat mengklaim memiliki bukti-bukti baru dari masa prasejarah Sunda. Namun, temuan tersebut masih perlu dilakukan diskusi dan penelitian lebih lanjut.

“Kita harus hati-hati karena tidak semua batu adalah tinggalan prasejarah. Harus ada penelitian yang betul-betul,” ucap dia. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini