SURABAYA - Tingginya angka kematian pada pasien Covid-19 menjadi catatan penting untuk lebih berhati-hati. Faktor penyakit penyerta atau komorbid memang memicu tingkat kematian warga yang terpapar Covid-19.
Ketua IDI Cabang Surabaya Dr. dr Brahmana Askandar, SpOG-K menuturkan, mitigasi yang menyeluruh harus bisa dilakukan. Termasuk untuk persiapan sekolah tatap muka yang rencananya mau dilakukan.
“Minimal ada data guru atau keluarga dari siswa yang memiliki komorbid. Ini bisa dilakukan untuk menekan risiko kematian,” kata Brahmana, Rabu (18/8/2021).
Baca juga: Kemendikbudristek Perbolehkan Wilayah PPKM Level 1 hingga 3 Gelar Sekolah Tatap Muka
Ia melanjutkan, sebelum sekolah tatap muka dilakukan maka data-data komorbid itu bisa dicari. Misalnya dari tenaga pengajar, tenaga di sekolah, siswa maupun keluarga siswa bisa ditelusuri. Ketika ada yang komorbid, maka mereka bisa melakukan kegiatan secara daring saja.