Mengenal Lebih Jauh Prodi Manajemen Sumberdaya Perairan Tertua di Indonesia

Neneng Zubaidah, Koran SI · Rabu 28 Juli 2021 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 65 2447433 mengenal-lebih-jauh-prodi-manajemen-sumberdaya-perairan-tertua-di-indonesia-CPHjB6ywYa.jpg IPB University (foto: Dok Sindo)

JAKARTA - Sekretaris Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Dr Ali Mashar menyampaikan MSP merupakan program studi manajemen sumberdaya perairan tertua di Indonesia. Hal tersebut membuat MSP, sering menjadi rujukan departemen MSP atau program studi serumpun di perguruan tinggi lain.

Sesuai dengan namanya, departemen ini menjalankan mandatnya untuk meningkatkan ilmu serta teknologi dalam pengelolaan sumberdaya perairan Indonesia. Baik untuk perairan tawar, payau atau estuari, maupun perairan laut.

“Selain pengelolaan, MSP juga mengkaji faktor-faktor yang berkaitan dengan kelestarian, konservasi, serta ekosistem perairan,” ujar Dr Ali Mashar melalui siaran persnya.

Baca juga:  Peneliti IPB University Kembangkan Wisata Budaya Kasepuhan Citorek

Untuk mengimplementasikan mandatnya tersebut Departemen MSP membutuhkan keilmuan-keilmuan pendukung. Oleh karenanya, di dalam MSP dibentuk tiga divisi dengan tugas keilmuan yang lebih spesifik.

Divisi pertama yakni Divisi Produktivitas dan Lingkungan Perairan (ProLing) yang dikepalai oleh Prof Hefni Efendi. Di dalam divisi ProLing dikembangkan ilmu yang terkait dengan proses fisika, kimia, dan biologis perairan serta interaksi di antara ketiganya.

Baca juga:  Begini Bentuk Pengabdian Mahasiswa IPB untuk Bantu Anak Sekolah

Divisi kedua yakni Konservasi Sumberdaya Perairan yang dikepalai oleh Prof Sulistiyono. Fokusnya adalah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan terkait interaksi antara sumberdaya hayati dengan lingkungan perairan. Selain itu juga mengkaji terkait upaya konservasinya dalam rangka pengelolaan sumberdaya perairan yang berkelanjutan.

Divisi terakhir adalah Manajemen Sumberdaya Perairan yang dikepalai oleh Prof Mennofatria Boer. Divisi ini memiliki mandat untuk mengembangkan ilmu yang berkaitan dengan dinamika populasi ikan serta strategi pengelolaan ikan.

“Sumberdaya perairan itu diciptakan untuk dimanfaatkan. Tetapi bukan hanya untuk generasi sekarang saja, melainkan juga untuk generasi mendatang. Karenanya konservasi perlu dilakukan,” tambahnya.

Departemen MSP FPIK IPB University tidak hanya mengembangkan keilmuan pada level sarjana tetapi juga program pascasarjana (S2 dan S3). Ada dua divisi pada program pascasarjana, yakni Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Perairan dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan.

Dengan kondisi pandemi seperti saat ini, Departemen MSP, melakukan modifikasi dalam kegiatan belajar mengajar agar peserta didik tetap mampu mencapai kompetensi yang disyaratkan. Modifikasi tersebut adalah mengakhirkan keseluruhan praktikum laboratorium di akhir tahun. Fieldtrip untuk masing-masing mata kuliah diganti menjadi fieldtrip yang terpadu.

“Fieldtrip terpadu ini nantinya akan dibentuk menjadi satu mata kuliah yang bersifat wajib sehingga seluruh mahasiswa harus mengambilnya sebagai syarat kelulusan,” jelasnya.

Departemen MSP FPIK IPB University juga tetap mengadakan program summer course. Summer course tahun 2021 digelar berbeda dengan summer course tahun-tahun sebelumnya.

“Meski dilaksanakan secara online, minat peserta masih tinggi. Ada 60 mahasiswa dari delapan perguruan tinggi dalam negeri dan tujuh perguruan tinggi dari luar negeri yang ikut kegiatan ini,” imbuhnya. (din)

 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini